Bacaan : Lukas 5:17-20
Seluruh warga suku sangat khawatir karena hujan tidak juga turun.
Mereka takut panennya akan gagal karena kekeringan. Akhirnya, kepala
suku memanggil seluruh pawang hujan yang ada di daerah itu, mereka
diminta untuk mengadakan tarian pemanggilan hujan. Ada sekitar
sepuluh orang pawang yang mengikuti upacara itu. Hari pertama hujan
belum juga turun. Bahkan sampai satu minggu belum juga terlihat
tanda-tanda hujan akan turun. Setengah dari pawang hujan itu mulai
menyerah. Warga juga mulai resah melihat hal itu.
Dua minggu berlalu, tinggal tersisa tiga orang pawang yang masih
terus menari memanggil hujan. Namun, saat menginjak minggu ketiga,
tinggal satu orang pawang saja yang masih tersisa. Warga menunggu
dengan perasaan cemas. Setelah satu bulan, tiba-tiba hujan turun
dengan deras; warga pun sangat gembira. Lalu kepala suku memanggil
pawang itu untuk memberikan hadiah, sambil bertanya "Apa rahasianya,
sehingga kamu berhasil memanggil hujan? Padahal teman-temanmu yang
lain sudah menyerah." Lalu pawang hujan itu berkata, "Rahasianya,
saya tidak akan berhenti menari sampai hujan turun."
Firman Tuhan hari ini berkisah tentang empat orang yang menggotong
orang lumpuh kepada Yesus. Mereka menunjukkan semangat pantang
menyerah untuk mencapai tujuan. Mereka mengusung temannya; berusaha
membawa temannya masuk; naik ke atap; lalu membongkar atap dan
menurunkan orang itu. Hasilnya, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu.
Sebuah keuletan cepat atau lambat akan mendatangkan hasil. Saat
kegagalan datang apakah kita akan menyerah? Bangkitlah dengan iman,
dan berusahalah terus -GK
ORANG BERHASIL BANGKIT SATU KALI
LEBIH BANYAK DARIPADA KEGAGALANNYA
|