Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > UPS, MATI LAMPU!
< September
2009
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Selasa, 22 September 2009

Bacaan Setahun : Yehezkiel 37-39
Nats : Kamu adalah terang dunia (Matius 5:14)

UPS, MATI LAMPU!

Bacaan : Matius 5:14-16

Kita sangat memerlukan penerangan. Lilin dan lampu senter. Kedua benda ini laris manis terjual saat listrik padam di sore atau malam hari. Menyusuri sudut-sudut rumah sendiri pun menjadi hal yang sulit saat tiada cahaya. Aktivitas sehari-hari berjalan lebih lamban. Mata bekerja lebih keras dalam gelap. Keindahan pun tak tampak lagi. Wow, alangkah penting penerangan itu!

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kita adalah terang dunia. Dunia kita memerlukan terang! Setiap hari, dunia ini bertambah "gelap" dengan berbagai dosa; ego manusia menguat hingga menomorduakan Tuhan; nafsu keserakahan merajalela dengan menghalalkan segala cara; kebenaran dapat diputarbalikkan dengan cepat. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan mengutus kita sebagai pembawa terang yang mengingatkan dunia akan kasih, kebenaran, dan keadilan. Tugas ini tidak mudah. Namun, kita harus menyadari bahwa bukan kita sendiri yang melakukannya, sebab terang yang kita bawa itu berasal dari Tuhan! Kita adalah pembawa terang Kristus.

Terang, membuat kita bekerja dengan lebih baik dan melangkah dengan lebih berani. Ia juga menghadirkan kehangatan, mengusir kebekuan. Saat ini, apakah Anda sudah menjadi pembawa terang bagi sekeliling Anda? Saat orang lain berlaku curang dan jahat, tetaplah berlaku adil dan baik. Saat ada kebekuan semangat, hadirlah sebagai terang yang menghangatkan. Saat ada orang lain meminta pertimbangan, berilah pendapat yang terbaik dengan dasar kebenaran. Dan, saat terang pada diri Anda mulai meredup, datanglah kepada-Nya, Sang Terang dunia yang sejati -HA

TERANG ITU HARUS TAMPAK DI TENGAH KEGELAPAN

DAN TIDAK BOLEH MENJADI SERUPA DENGAN GELAP
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran