Bacaan : 2Korintus 12:20-13:5
Enam tahun lamanya Danny Villegas dipenjara karena merampok bank.
Setelah bebas, ia bekerja di perusahaan konstruksi, tetapi merasa
bosan. Ia merindukan hidup di penjara lagi. Maka, Danny mendatangi
Bank Credit Union di Florida. Ia merampok uang di kasir lalu berkata:
"Sekarang kamu boleh menelepon polisi." Sementara kasir menelepon
polisi, Danny duduk di lobi menanti polisi datang. Lalu ia
menyerahkan diri, agar bisa dijebloskan ke penjara lagi.
Seperti Danny, orang percaya pun bisa tergoda untuk kembali dalam
hidup lama. Rasul Paulus mensinyalir hal itu terjadi di jemaat
Korintus. Mereka kembali pada dosa masa lalu. Melakukan dosa-dosa
mencolok yang merusak relasi antarsesama (ayat 20) maupun dosa
seksual (ayat 21). Memang kota Korintus adalah kota pelabuhan yang
terkenal dengan imoralitasnya. Daya pikat dosa rupanya merembes masuk
ke dalam jemaat. Telah berkali-kali Paulus menegur agar mereka
mengubah cara hidupnya, tetapi mereka lalai dan terbuai. Paulus
berjanji akan datang menemui mereka dengan teguran keras. Ia meminta
tiap orang memeriksa diri (ayat 5).
Daya pikat dosa dewasa ini masih sama hebatnya. Lewat kemajuan
teknologi media dan internet, kita dapat terbujuk masuk ke dalam
dunia dan gaya hidup yang berdosa. Jika bersikap kompromis,
pencemaran bisa terjadi tanpa kita sadari. Membuat kita kembali dalam
penjara dosa. Turutilah nasihat Paulus: "Ujilah dirimu sendiri!"
Adakan chek-up rutin kerohanian Anda. Dari daftar dosa yang disebut
Paulus di ayat 20 dan 21, masih adakah yang menguasai Anda? -JTI
PENJARA DOSA TIDAK TAMPAK MENYERAMKAN
IA TERLIHAT SEPERTI TAMAN HIBURAN
|