Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PEDIH PERIH TUHAN
< September
2009
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Sabtu, 26 September 2009

Bacaan Setahun : Daniel 1-3
Nats : Tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka (Hosea 11:3)

PEDIH PERIH TUHAN

Bacaan : Hosea 11:1-4

Bayangkan anak kita. Sejak kecil kita merawatnya dengan penuh kasih sayang. Kita tidak pernah lelah menjaganya; tidak pernah bosan memberinya segala sesuatu yang baik. Kita rela berkorban apa pun demi kebahagiaannya. Hingga ia tumbuh menjadi dewasa, sehat, dan kuat. Namun, apa balasannya? Ia justru memberontak terhadap kita, melakukan hal-hal buruk yang tidak kita harapkan. Bahkan ia juga pergi meninggalkan kita, mengikuti orangtua lain yang tidak jelas asal usulnya. Alangkah menyakitkan, bukan?

Tuhan pun merasakan hal serupa ketika umat-Nya, Israel, memberontak. "Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku, mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung." (ayat 1,2). Pedih dan perih. Mereka seolah tidak ingat lagi akan karya kasih-Nya di masa lalu; bagaimana Dia membebaskan mereka dari perbudakan di negeri Mesir, dan bagaimana Dia dengan kasih setianya yang begitu besar membimbing, menjaga, dan memelihara mereka selama masa pengembaraannya di padang gurun.

Bisa jadi kita kesal dan geleng-geleng kepala dengan "kedegilan" Israel. Sungguh tidak tahu diri. Namun, tidakkah kita pun kerap tidak jauh berbeda dengan mereka? Betul, kita tidak sampai menyembah patung-patung dan meninggalkan Tuhan, tetapi bahwa kita dengan sadar melakukan hal-hal yang menyakitkan-Nya, kita abaikan perintah-Nya, kita anggap sepi teguran-Nya, kita dahulukan hal-hal lain daripada-Nya, tidakkah itu sama dan serupa? Semoga kita segera insaf -AYA

MASIHKAH KITA TERUS MENYAKITI-NYA?
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran