Bacaan : Ibrani 11:1-13
Di tembok sebuah kamp konsentrasi tertulis sebuah puisi. "Aku percaya
matahari ada, walau sinarnya tak terlihat. Aku percaya kasih ada,
walau tak dapat diwujudkan. Aku percaya Tuhan ada, walau Dia tidak
berbicara." Tidak dikenal siapa penulisnya. Yang pasti, ia seorang
tahanan yang beriman. Setiap hari ia melihat rekan-rekannya mati
dibantai satu per satu. Cepat atau lambat, ia sendiri akan dapat
giliran. Namun, di tengah suasana suram dan gelap, ia berusaha
melihat yang tak terlihat: Tuhan!
Iman adalah keyakinan bahwa Tuhan ada dan berkarya dalam hidup kita
(ayat 6), sekalipun buktinya belum terlihat. Waktu Nuh membuat
bahtera di atas gunung, belum ada bukti bahwa air bah akan datang.
Nuh taat karena beriman bahwa nubuatan Tuhan pasti terjadi. Waktu
Abram meninggalkan kampung halamannya, ia sudah mapan. Buat apa
pindah ke tempat baru yang lokasinya pun belum ia ketahui? Ia
berangkat karena beriman bahwa janji Tuhan bukan pepesan kosong.
Tanah perjanjian itu kelak pasti jadi miliknya! Masih banyak lagi
orang yang seumur hidup berjuang menaati perintah Tuhan, walau belum
pernah melihat Tuhan (ayat 13). Iman memampukan kita melihat apa yang
belum atau tidak terlihat secara kasatmata.
Apakah Anda melihat banyak hal yang mengecewakan terjadi dalam hidup?
Apakah situasi di sekitar Anda tampak suram? Adakah janji-janji Tuhan
yang belum terlihat buktinya? Cobalah belajar melihat dengan mata
iman. Jika kita bisa melihat apa yang tak terlihat, maka cara kita
menghadapi setiap persoalan hidup pasti jadi berbeda! -JTI
IMAN ADALAH KEYAKINAN BAHWA TUHAN PASTI BERBAIK HATI
WALAU JALAN-JALAN-NYA BELUM KITA PAHAMI SAAT INI
|