Bacaan : Ratapan 3:39-48
Caron Butler adalah pemain basket profesional yang bermain untuk tim
Washington Wizards di Amerika Serikat. Saat ini ia dikenal sebagai
pemain yang bukan saja hebat, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat.
Padahal semasa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang bermasalah dan
pernah dipenjara. Namun ternyata justru di dalam penjara itulah, ia
mengevaluasi hidupnya dan menyadari kesalahan-kesalahan yang telah ia
perbuat. Maka ia pun berubah, sehingga bisa menjadi Caron Butler
seperti yang dikenal sekarang.
Kesusahan yang kita alami kerap kali menjadi waktu yang tepat untuk
kita berdiam diri dan mengevaluasi hidup. Inilah yang dilakukan oleh
sang penulis ratapan ketika bersusah hati di tengah kondisi bangsanya
yang porak-poranda. Ia bisa saja hanya mengasihani diri. Namun, bukan
itu yang dilakukannya. Ia mengevaluasi hidup bangsanya dan menemukan
bahwa situasi bangsanya ini sebenarnya disebabkan oleh dosa-dosa
mereka kepada Tuhan. Dan bukan itu saja. Daripada berlarut-larut
dalam sedih, ia mengajak bangsanya kembali kepada Tuhan.
Jika saat ini kita sedang berada dalam kesusahan, jangan hanya
meratap dan mengasihani diri. Pakailah kesempatan ini untuk
mengevaluasi diri. Pikirkan dengan jujur apakah situasi ini
disebabkan oleh kesalahan kita sendiri. Memang tidak selalu demikian.
Namun, ambillah kesempatan untuk benar-benar "menilai" hidup kita.
Bagaimana sikap kita terhadap sesama, terhadap Tuhan? Waktu evaluasi
akan menolong kita untuk memperbaiki kesalahan dan mengambil langkah
yang baru -ALS
PERTOBATAN = EVALUASI DIRI + TINDAKAN PEMULIHAN
|