Bacaan : Matius 5:43-48
Uskup Agung Cranmer dikenal oleh banyak orang sebagai orang yang
memiliki kemampuan untuk mengasihi orang yang telah menyakiti
hatinya. Sampai-sampai muncul pernyataan orang bahwa jika Anda mau
berteman dengannya, sakitilah hatinya lebih dulu. Maka, ia akan
melayani dan mengasihi Anda. Memang, mengasihi musuh bukanlah hal
yang mudah. Kita cenderung lebih mudah untuk berkata, "Kalau dia
berbuat jahat sekali kepada saya, saya akan membalasnya dua kali."
Namun, membalas kejahatan dengan kejahatan adalah cara dunia.
Alkitab mengungkapkan sebuah cara yang sangat berbeda dengan dunia.
Untuk menghadapi musuh, kita tidak perlu buru-buru menggunakan
senjata atau kepalan tangan, tetapi dengan kasih. Sebaliknya,
anak-anak Tuhan membalas orang yang mencaci dan menganiaya mereka
bukan dengan kekerasan atau kebencian, melainkan dengan doa. Inilah
prinsip anak-anak Allah. Jikalau kita bersikap dan berbuat baik hanya
kepada orang yang juga berlaku baik kepada kita, lalu apa bedanya
anak Allah dengan orang yang tidak mengenal Allah (ayat 46,47)?
Untuk mempraktikkan perintah ini memang tidak mudah. Namun, jika kita
mengaku sebagai anak-anak Allah, kita harus melakukannya. Mari kita
mulai dengan langkah-langkah kecil. Berdoalah untuk musuh kita, lalu
lakukan hal yang sederhana untuknya. Dalam hal ini Matthew Henry,
seorang hamba Tuhan pada abad ke-16, mengusulkan agar kita belajar
untuk membalas cercaan bukan dengan cercaan, melainkan dengan
kata-kata yang sopan dan lemah lembut -RY
KASIH SEJATI AKAN TERUJI DI SAAT SULIT
SEPERTI KETIKA MENGHADAPI MUSUH YANG MEMBAWA SAKIT
|