Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PERSEMBAHAN TERLALU BANYAK
< September
2009
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Minggu, 20 September 2009

Bacaan Setahun : Yehezkiel 31-33
Nats : Dan berkata kepada Musa: "Rakyat membawa lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan TUHAN untuk dilakukan" (Keluaran 36:5)

PERSEMBAHAN TERLALU BANYAK

Bacaan : Keluaran 36:2-7

Pengurus bidang misi di sebuah gereja berencana mengajak jemaat memberi persembahan rutin untuk mendukung kegiatan misi gereja. Untuk itu mereka membuat rancangan anggaran, lalu mempresentasikannya kepada jemaat. Setelah itu mereka mengajak jemaat memberi janji persembahan sukarela. Berapa jumlahnya, bukan masalah, yang penting rela. Namun, seorang jemaat menyeletuk, "Rela ya rela, tetapi kalau yang terkumpul lebih dari yang dibutuhkan, bagaimana? Rugi dong?"

Cerita tentang persembahan yang terlalu banyak juga kita baca dalam perikop Alkitab hari ini. Saat itu bangsa Israel mengumpulkan persembahan untuk membuat Kemah Suci dan segala isinya. Ternyata yang terkumpul lebih dari yang dibutuhkan, sampai-sampai Musa meminta mereka berhenti. Dan tak seperti jemaat di atas, situasi ini justru diceritakan dengan nada sukacita.

Mengapa? Karena bangsa Israel memberikan persembahan dengan hati yang rindu terlibat dalam "mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan TUHAN untuk dilakukan" (ayat 5), yakni membangun Kemah Suci. Maka, mereka masing-masing memberikan apa yang mereka bisa berikan tanpa berpikir berapa yang telah terkumpul, atau membanding-bandingkan dengan persembahan orang lain. Jadi, ketika ternyata yang terkumpul terlalu banyak, mereka tidak menyesal atau merasa rugi. Melainkan bersukacita karena itu artinya pekerjaan Tuhan bisa segera dirampungkan.

Apabila ada kesempatan lagi untuk memberi bagi pekerjaan Tuhan, izinkan hati kita bersukacita memberi. Sebab dari setiap pemberian sukarela kita, pasti ada pekerjaan Tuhan yang dapat diselesaikan -ALS

BERIKAN PERSEMBAHAN TANPA BERHITUNG-HITUNG

SEBAB BERKAT TUHAN TIAP HARI PUN SUDAH TAK TERHITUNG
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran