Bacaan : Kejadian 1
Setelah kekacauan musim, satu lagi dampak pemanasan global seperti
yang diberitakan Kompas 26 Maret 2007 pada halaman depannya: bongkah
es Antartika yang sudah terbentuk 1.500 tahun sebesar sepertiga luas
kota Jakarta, pecah dan terlepas ke laut lepas. Bahaya ke depan
adalah meningkatnya volume air laut. Akibatnya, banyak pulau akan
tenggelam. Pemanasan global terkait erat dengan kelalaian manusia
mengurus bumi.
Bumi dengan segala isinya diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang
"sungguh amat baik" (ayat 31). Dan, kepada manusia diberikan tanggung
jawab pengelolaannya (ayat 28). Sayangnya, kata "taklukkanlah" dan
"berkuasalah" dalam ayat itu lalu disalahartikan. Seolah-olah itu
adalah "surat izin untuk melakukan apa saja, sesuka-suka dan
semau-mau kita" terhadap bumi. Padahal itu adalah sebuah penugasan
luhur kepada kita, manusia, agar memelihara dan menjaga bumi. Kita
memang boleh mengeksplorasinya, tetapi jangan mengeksploitasinya.
Untuk turut serta menjaga dan memelihara bumi, kita bisa memulainya
dari diri kita sendiri dan dari hal-hal sederhana yang bisa kita
lakukan. Recycle, sebisa-bisanya hindari penggunaan benda-benda
plastik yang sulit terurai secara alami. Reduce, kita perlu
mengurangi penggunaan bahan bakar dan benda-benda yang bisa merusak
lapisan ozon. Reuse, menggunakan kembali barang-barang yang ada untuk
mengurangi sampah yang tidak perlu. Dan yang paling penting, kita
bisa memulainya sekarang! Tidakkah kita rindu melihat bumi kita
menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman? -AYA
BUMI INI ADALAH WARISAN UNTUK ANAK CUCU
YANG HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN KEPADA TUHAN
|