Bacaan : Yeremia 23:21-24
Sinar matahari dapat terpantul di berbagai tempat. Orang senang
bertamasya ke pantai untuk menyaksikan matahari terbit atau terbenam,
menyemburatkan pantulan yang elok di lautan. Jika Anda melintasi
danau atau sungai pada hari yang cerah, matahari juga terpantul di
sana. Kalau Anda hanya menemukan genangan air, di situ pun Anda dapat
melihat pantulan matahari. Pada waktu pagi, tengoklah embun yang
menempel di daun: matahari terpantul seperti lampu kecil yang amat
cemerlang!
Pantulan sinar matahari hanyalah gambaran sekilas dari kemahahadiran
Allah. Dia ada di mana-mana, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Melalui Nabi Yeremia, Allah menegaskan kembali kebenaran tersebut.
Dia menegur orang-orang yang mengklaim berbicara atas nama Tuhan,
tetapi sebenarnya mereka hanya mewakili dewa setempat yang
serbaterbatas. Nubuatan mereka picik dan menyesatkan. Alih-alih
memberikan tuntunan dan penghiburan, pernyataan mereka malah
menimbulkan kebingungan dan mendatangkan keputusasaan.
Krisis global saat ini dapat membuat kita diliputi keragu-raguan.
Benarkah Allah mengetahui dan memedulikan situasi kehidupan kita?
Sanggupkah Allah menolong kita mengatasi masalah yang pelik dan tak
terkendali? Kemahahadiran Allah kiranya menghibur dan menguatkan
kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia menyertai kita
senantiasa, dan kita dapat mengandalkan pertolongan-Nya. Tidak ada
perkara yang terlalu kecil, sehingga Dia mengabaikannya. Tidak ada
pula perkara yang terlalu besar, sehingga Dia tidak sanggup
mengatasinya -ARS
JANGAN MELIHAT PADA BETAPA BESARNYA MASALAHMU
LIHATLAH PADA BETAPA BESARNYA ALLAHMU
|