Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hakim 7:1-25
< April
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis, 24 April 2008

Judul: Seleksi dan strategi
Apa syarat utama keberhasilan suatu misi besar dan penting? Tentu penyertaan Tuhan. Namun Tuhan berkarya lewat manusia. Oleh karena itu, penting untuk menemukan SDM yang tepat dan berkualitas. Serangkaian seleksi yang ketat perlu dilakukan. Setelah itu strategi yang cerdas pun perlu disiapkan untuk melatih dan mengarahkan SDM terpilih mencapai target yang diharapkan dengan jitu. SDM yang tepat dan strategi yang cerdas akan menjadikan pola kerja semakin efisien dan efektif dari segi penguasaan wawasan serta pemanfaatan sarana dan waktu.

Tuhan membimbing Gideon dengan cara yang unik dalam memimpin bangsanya menghadapi musuh yang berjumlah sangat besar, yaitu bangsa Midian. Pertama, atas petunjuk Tuhan, Gideon melakukan seleksi mental untuk memisahkan orang yang akan ikut dalam peperangan dari mereka yang takut. Dari 32.000 orang akhirnya terpilih 300 orang. Dengan jumlah sekecil ini, jelas kemenangan bukan andil dan jasa manusia, melainkan kuat kuasa Tuhan (ayat 1-8). Tidak ada alasan untuk memegahkan diri.

Kedua, sebelum melakukan penyerangan, Tuhan sekali lagi menguatkan Gideon melalui mimpi dan maknanya yang ia dengar sendiri dari percakapan orang Midian. Gideon mendapat keberanian lebih besar (ayat 9-14). Segera ia mengatur 300 pasukannya dengan strategi yang menjatuhkan mental musuh. Dengan bunyi sangkakala, buyung yang dipecahkan serta obor yang menyala, mereka melakukan serangan malam yang mendadak dan mengejutkan. Di sekeliling perkemahan mereka meneriakkan yel yang menggentarkan musuh. Serangan psikologis ini berhasil mematahkan semangat musuh dan membuat mereka panik, kacau balau, lalu lari tunggang langgang meninggalkan perkemahan (ayat 15-22).

Yang Tuhan butuhkan bukan orang-orang yang merasa diri mampu dan pintar, tetapi orang-orang yang takut akan Tuhan dan mau taat untuk Dia pakai. Dia akan membentuk umat yang taat menjadi laskar Kristen yang tangguh.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini