|
Judul: Allah berkunjung
Mengapa Allah berkunjung kepada Abraham melalui tamu-tamunya ini?
Allah berbicara kepada umat-Nya dengan banyak cara. Melalui
kata-kata yang terdengar maupun di dalam hati, penampakan,
mimpi, dan penglihatan. Paling sering Allah menggunakan
nabi-nabi sebagai perwakilan-Nya. Jauh kemudian hari, Allah
mengutus Anak-Nya sebagai manusia untuk lebih menunjukkan
diri-Nya dengan lebih jelas. Allah tidak membatasi diri-Nya
dengan cara-cara bagaimana Ia berkomunikasi. Cara yang jarang
adalah melalui penampilan fisik seperti yang dialami Abraham.
Kadang ini disebut dengan theophany.
Sesuai dengan kebiasaan menghormati tamu, Abraham bersemangat sekali
menunjukkan keramahan kepada tiga tamu terhormat (ayat 9-10)
yang berkunjung ke kemahnya pada suatu siang yang terik (ayat
1-8). Pada saat yang sama, hal ini terjadi karena kepekaannya
akan kunjungan Ilahi. Abraham adalah sosok yang sesuai dengan
pujian Yesus di Matius 25:34-36, 40. Oleh sebab itu, memenuhi
kebutuhan makan dan tempat tinggal bagi orang yang membutuhkan
memang telah dan selalu menjadi jalan yang praktis dan sederhana
dalam mengasihi dan menaati Allah. Ibrani 13:2 menyatakan bahwa
kita, seperti Abraham, mungkin secara tidak langsung sedang
menjamu malaikat Allah.
Akibat kepekaan tersebut Abraham menerima peneguhan atas janji Allah
kepadanya melalui pertanyaan: Adakah sesuatu apapun yang
mustahil untuk Tuhan (ayat 14)? Dalam pergumulan sehari-hari
hidup kita, kita sering menanyakan apakah Allah sanggup menolong
aku keluar dari masalah ini atau itu? Mampukah Allah mengangkat
kecanduan dosa ini atau itu yang telah menjeratku sekian lama?
Jangan biarkan pertanyaan ini membuat kita meragukan Dia.
Sebaliknya, dengan memelihara kepekaan bahwa Allah mengunjungi
kita lewat kehidupan sehari-hari, kita akan diteguhkan kembali
bahwa sesungguhnya Dia peduli dan sanggup menolong kita sesuai
kuat kuasa-Nya
|