Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Mazmur 23
< April
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu, 30 April 2008

Judul: Gembala yang baik
Bacaan kita hari ini menyejukkan hati kita. Pemazmur mengibaratkan dirinya seperti seekor domba. Lemah serta tak berdaya menghadapi tantangan dan bahaya. Di dalam gambaran lemah tersebut, pemazmur memiliki gambaran yang indah tentang Tuhan: Tuhanlah Gembalaku.

Ketika Daud berbicara tentang Tuhan sebagai Gembala, ia berpikir tentang Tuhan sebagai Pelindungnya. Bagi domba, gembala adalah segala-galanya. Tidak ada yang lain yang diinginkan domba selain gembalanya. Sama seperti seorang ayah memenuhi kebutuhan anaknya, begitulah seorang gembala mencukupkan segala sesuatu yang diperlukan dombanya. Karena Tuhan adalah gembala Daud, ia tidak akan kekurangan apapun (ayat 1).

Seorang gembala memimpin dombanya ke tempat di mana si domba dapat makan dan beristirahat (ayat 2). Ia juga memimpin domba di jalan yang benar. Ia menjauhkan domba dari jalan-jalan yang berbahaya dan harus dihindarkan. Begitu jugalah Allah memimpin hidup orang percaya. Bapak Lim, seorang Kristen kelahiran Indonesia yang tinggal di Cina, pernah berhari-hari diikat oleh tentara Komunis di tempat banyak orang lewat. Mereka menampar dan meludahi dia karena dianggap mengkhianati revolusi. Seseorang yang sedang lewat di jalan itu, berpura-pura meludahi kakinya sambil menyelipkan sehelai kertas ke sakunya. Kertas itu bertuliskan Mazmur 23. Bapak Lim berkata: "Saya membacanya berulang-ulang dan menghafalnya. Saya mendapat penghiburan yang membuat saya mampu bertahan melewati masa sulit itu". Ia kemudian menjadi dirigen Hongkong Philharmonic Orchestra.

Kita tentu ingin juga mengalami berkat dan ketenangan jiwa seperti yang dialami Daud dalam hidupnya dan diekspresikan dalam mazmurnya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan menjadi domba-Nya. Mereka yang menikmati pemeliharaan Gembala Baik adalah mereka yang mengenal suara Gembala dan mengikuti Dia.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini