Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Kejadian 12:10-20
< April
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa, 8 April 2008

Judul: Tuhan mengajar Abram beriman
Tetap taat dan berharap pada janji Tuhan memang tidak mudah, apalagi di saat susah. Saat itu Kanaan dilanda kelaparan. Sementara mereka yang tinggal di Mesir memiliki suplai makanan berlebih ketimbang negeri lain. Ini disebabkan keberadaan Sungai Nil yang memberi andil besar bagi irigasi dan pertanian di Mesir. Maka untuk sementara waktu Abram pindah ke Mesir, menantikan kesempatan baru (ayat 10). Di Mesir ternyata Abram bukan hanya mendapati makanan, tetapi juga pembelajaran berharga tentang makna mengimani janji Tuhan.

Karena takut dibunuh, Abram meminta Sarai mengatakan separuh kebenaran dengan mengaku diri sebagai adiknya. Memang Sarai masih famili dengannya (Kej. 20:12), tetapi Sarai juga isterinya. Mungkin Abram berpikir bahwa dengan cara yang ditempuhnya ini, janji Tuhan (Kej. 12:2) akan tergenapi? Mungkin Abram berpikir bahwa untuk menjadi bangsa besar, masyhur, dan menjadi berkat untuk bangsa lainnya adalah melalui kompromi dengan Mesir dan memberikan Sarai sebagai isteri Firaun? Fokus iman Abram rupanya telah bergeser! Di tengah kendala yang dia hadapi, sumber selamat dan hidupnya bukan lagi pada Tuhan, tetapi pada Sarai! (ayat 13). Keputusan Abram untuk berbohong mengindikasikan iman yang bimbang terhadap pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Namun Tuhan setia. Ia mengajar Abram untuk tidak menggeser fokus keselamatan dan kehidupannya pada Sarai.

Hidup beriman harus senantiasa diisi oleh ketaatan dan pengharapan yang berpusat kepada Tuhan. Kita percaya bahwa ada bagian Tuhan dan ada bagian kita dalam perjalanan pemenuhan janji Tuhan dalam hidup ini. Tuhan memelihara, melindungi, dan menuntun kita menurut rencana-Nya yang baik bagi kehidupan anak-anak yang Dia kasihi. Bagian kita adalah percaya, taat, dan berharap akan pemeliharaan dan perlindungan-Nya, walau menghadapi kesulitan. Pada saat menemui tantangan dalam hidup beriman, jangan biarkan ketakutan dan dusta mengaburkan iman sejati kepada Tuhan.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini