|
Judul: Pribadi yang diciptakan
Kisah penciptaan kedua ini mengambil pendekatan yang berbeda. Kisah
penciptaan ini memperlihatkan fokus Allah pada manusia. Nama
Allah yang dipakai sekarang menjadi TUHAN Allah, yaitu Yahweh
Elohim. Nama Yahweh digunakan dalam kitab Kejadian dalam konteks
relasi Allah dengan manusia, dan nantinya secara khusus dengan
umat pilihan-Nya.
Dalam kisah penciptaan yang pertama, Allah berfirman maka segala
sesuatu menjadi ada. Dalam pasal kedua ini, kegiatan Allah dalam
penciptaan yang disoroti. Kita melihat manusia sebagai karya
tangan Allah. Allah sendiri yang membentuk manusia dari debu
tanah, lalu dihembuskan napas kehidupan (ayat 4-7). Allah
kemudian membangun bagi manusia taman Eden, suatu tempat
kehidupan yang asri dan harmonis (ayat 8-14). Dan nanti, dalam
perikop sesudah ini (ayat 18-25), kita memperhatikan kegiatan
Allah membentuk wanita, sebagai pasangan serasi manusia.
Manusia menjadi pusat perhatian Allah. Allah menciptakan manusia
sebagai makhluk paradoks. Manusia adalah pribadi yang
diciptakan. Ia adalah makhluk yang tergantung sepenuhnya kepada
Sang Pencipta. Namun dalam kapasitas sebagai gambar Allah,
manusia adalah pribadi yang memiliki kebebasan untuk memilih,
baik untuk tunduk pada Allah atau melepaskan diri dari Dia.
Tentu saja dengan konsekuensi tertentu. Manusia diberi pilihan
untuk taat pada tugas yang diberikan Allah yaitu mengelola taman
Eden (ayat 15) dan untuk menahan diri dari apa yang sudah
ditetapkan Allah agar tidak dilakukan manusia (ayat 16-17).
Godaan terbesar manusia adalah menolak bergantung pada Sang
Pencipta, dan berusaha hidup dengan kekuatan dan kebijakannya
sendiri. Hasilnya fatal karena meninggalkan Allah berarti
melepaskan diri dari sumber hidup. Kita yang sudah ditebus oleh
darah Yesus dan menjadi milik Allah lagi, harus menjalankan
hidup dengan memberikan kesaksian pada dunia ini bahwa kita
adalah milik Allah.
|