|
Judul: Jangan takut!
Takut bisa muncul dari tiga sumber. Takut terhadap musuh atau
rintangan yang lebih besar daripada dirinya; takut terhadap
Tuhan karena dosa; takut karena menganggap diri sendiri tidak
mampu berbuat apa-apa.
Bangsa Israel takut terhadap bangsa Midian yang menindas mereka
dengan kejam. Selama tujuh tahun mereka hidup melarat dan
ketakutan, mereka hidup bersembunyi di gua-gua untuk menghindari
serbuan penjarah yang bisa datang sewaktu-waktu dan berjumlah
sangat banyak. Ketakutan dan kesengsaraan itu membuat mereka
berseru kepada Tuhan. Tuhan mendengar dan mengutus nabi-Nya
untuk mengingatkan bahwa semua ini terjadi karena mereka telah
berdosa mengkhianati Dia (ayat 7-10).
Gideon juga takut. Terhadap Midian, ia menyembunyikan diri (ayat
11); terhadap Tuhan karena sadar bahwa bangsanya sedang dihukum
Tuhan sebab kejahatan mereka (ayat 13); Gideon juga takut karena
menyadari diri tidak ada apa-apanya (ayat 15). Tuhan memahami
perasaan takut yang mencekam Gideon dan seluruh bangsa saat itu,
dan Ia peduli. Justru dari ketakutan itulah seseorang dapat
dipakai Tuhan. Kriteria pemilihan-Nya bukan didasarkan pada hal
lahiriah seperti penampilan, kemampuan, atau kehebatan
seseorang, tetapi pada kepekaan batiniah atas pergumulan yang
sedang dialami, ketulusan hati dan kesediaan untuk taat kepada
Dia. Tuhan tidak mengecilkan sikap Gideon yang merasa \'kecil\'.
Tuhan tidak menyepelekan dia karena kemudaannya. Tuhan
menghargai kejujuran hatinya. Dan Tuhan mengabulkan penguatan
yang Gideon butuhkan berupa tanda ajaib agar dia sanggup keluar
dari ketakutannya.
Apa yang Anda sedang takutkan dan khawatirkan? Bila dosa menjadi
sumbernya, berpalinglah pada Tuhan dan bertobat. Tuhan siap
mengampuni Anda. Bila masa depan menjadi pergumulan Anda, Dia
adalah penguasa masa depan. Bila rasa rendah diri melanda Anda,
Dia justru mau memperlengkapi dan memakai Anda untuk
rencana-Nya.
|