Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hakim 1:1-20
< April
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa, 15 April 2008

Judul: Strategi peperangan
Didalam peperangan, diperlukan suatu strategi agar kemenangan dapat diraih. Baik perang jasmani, apalagi perang rohani. Israel menghadapi tugas berperang yang bukan hanya jasmani semata, tetapi juga rohani. Oleh karena itu mereka memerlukan juga penyertaan Tuhan.

Israel memulai dengan baik. Mereka mencari pimpinan Tuhan dan Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya (ayat 1-2). Israel berperang dengan strategi. Suku Yehuda yang lebih dahulu diperintahkan Tuhan untuk berperang, mengajak suku Simeon untuk bekerja sama (ayat 3). Bahkan kita melihat kaum Keni, dari keturunan ipar Musa, ikut membantu peperangan (ayat 16). Ini merupakan strategi perang yang baik sekali. Dengan bekerja sama maka pekerjaan berat menjadi ringan. Alangkah indahnya kalau anak-anak Tuhan ketika harus menghadapi tantangan iman, tidak berjuang sendirian tetapi bersama dengan saudara seiman saling menguatkan dan menopang.

Strategi kedua yang dijalankan suku Yehuda adalah dengan memercayakan peperangan pada pemimpin yang tangguh dan berdedikasi. Yehuda memiliki Kaleb, tokoh tua sepantar almarhum Yosua. Ia masih gagah untuk memimpin Yehuda menduduki wilayah demi wilayah yang menjadi hak Yehuda. Yehuda juga memiliki tokoh muda, seperti Otniel, keponakan Kaleb. Dengan keperkasaannya, sebagian wilayah musuh pun ditaklukkan. Inilah strategi yang baik, menggunakan secara tepat kemampuan yang dimiliki orang-orang tertentu.

Wilayah pegunungan sudah tuntas ditaklukkan. Namun ternyata di wilayah lembah masih ada musuh yang bertahan (ayat 19). Ini mengingatkan kita bahwa peperangan rohani itu tidak boleh berhenti sebelum tuntas. Tuhan pasti menyertai, strategi baik pasti membantu, tetapi ketekunan dan kerja keras tetap menjadi tanggung jawab setiap anak Tuhan dalam peperangan rohaninya. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus memanfaatkan maksimal karunia dan talenta untuk pekerjaan Tuhan.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini