Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Hakim 3:12-31
< April
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Sabtu, 19 April 2008

Judul: Otoritas Tuhan
Tuhan tidak membiarkan umat-Nya bermain-main dengan dosa. Sepeninggal Otniel, Israel kembali "melakukan apa yang jahat di mata Tuhan" (ayat 12a). Tidak diceritakan apa kejahatan Israel, tetapi jelas sesuatu yang serius karena komentar itu diulang lagi (ayat 12c). Oleh karena itu Tuhan harus menghukum mereka.

Dengan sengaja penulis Hakim-Hakim memakai kata "... Eglon, raja Moab diberi TUHAN kuasa atas orang Israel, ..." (ayat 12b). Ini berarti hak menghukum ada pada Tuhan, sedangkan Moab yang bersekutu dengan Amon dan Amalek hanya merupakan alat Allah. Tindakan kejam yang berlebihan, yang menyimpang dari izin Tuhan tentu akan menuai hukuman juga. Itu rupanya yang terjadi.

Maka melalui Ehud (ayat 15), Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya untuk membebaskan Israel dari penindasan Moab, sekaligus menghukum Eglon. Apakah tindakan Ehud yang memperdaya Eglon hingga tewas di ujung pedangnya adalah tindakan yang sesuai dengan perintah Allah? Dengan kata lain, apakah Ehud bertindak \'licik\' ataukah \'cerdik\'? Beberapa penafsir menyatakan bahwa yang dilakukan Ehud adalah sah karena situasinya adalah peperangan. Bahwa para musuh tidak menyadari kalau Ehud bertangan kidal (ayat 15b) bukanlah kesalahan Ehud. Justru itulah senjata rahasianya. Bahwa Ehud menyatakan pesan rahasia buat Eglon (ayat 19) bukanlah kebohongan melainkan kenyataan berita penghukuman Allah. Tindakan Ehud yang kreatif dibenarkan karena kedaulatan Allah tidak meniadakan tanggung jawab dan tugas manusia.

Tuhan memakai berbagai cara dan orang untuk menyatakan kedaulatan-Nya. Berbagai bencana baik yang berskala lokal, nasional bahkan internasional, seperti perubahan iklim karena pemanasan global mungkin tanda peringatan bagi umat manusia yang merusak alam milik-Nya. Mungkin Tuhan \'memakai\' teroris berkedok agama untuk menyadarkan kepongahan dan kebebalan gereja.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini