Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Kejadian 16:1-16
< April
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis, 10 April 2008

Judul: Allah membereskan masalah
Trindakan Sarai yang memberikan Hagar kepada Abram sebagai istri pengganti merupakan tindakan yang lazim pada zaman mereka. Anak yang lahir akan diperhitungkan sebagai anak Sarai. Namun tindakan Sarai dan Abram ini bukanlah tindakan iman. Dengan mengikuti kebiasaan waktu itu, mereka telah menunjukkan keraguan akan janji Tuhan.

Pilihan yang ditempuh untuk "menyelesaikan" apa yang dianggap Sarai sebuah masalah dalam dirinya, justru kemudian menimbulkan masalah-masalah baru yang cukup serius. Itu terjadi karena mereka secara serampangan sudah mendahului Allah. Mereka mencoba menggenapi janji Allah dengan upaya mereka sendiri. Mereka lebih memilih menjalani waktu mereka ketimbang menanti waktu Allah. Ujian besar dalam beriman adalah dengan membiarkan Allah bekerja sesuai waktu-Nya di dalam kehidupan, dan menanti waktu-Nya itu dengan iman, harapan, dan kasih. Dalam hal penting ini, Sarai dan Abram telah gagal.

Kita melihat ada tiga orang yang membuat masalah serius di sini: 1) Sarai, yang mencoba membereskan masalah dirinya dengan memberikan Hagar menjadi istri Abram (ay. 2-3); 2) Abram, yang menuruti rencana Sarai, tetapi pada saat masalah lain muncul, menolak menyelesaikan masalah (ay. 6); dan 3) Hagar, yang melarikan diri dari masalah (ay. 6). Berhadapan dengan situasi kacau buatan manusia yang tidak beriman dan tidak sabaran ini, Allah ternyata adalah Allah yang tetap menyatakan kuasa-Nya untuk turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Rm 8:28). Allah setia pada janji-Nya. Allah menyadari kekurangan anak-anak-Nya dan tidak membiarkan masalah-masalah yang mereka hadapi ditanggung sendirian.

Sarai dan Abram pada akhirnya tetap akan mendapatkan anak mereka sendiri, dan Allah menyelesaikan masalah Hagar meskipun Abram menolak memberi solusi (ayat 8-15, Kej. 17:20). Ternyata tidak ada masalah yang terlalu rumit bagi Allah jika kita membiarkan Dia menolong kita!

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini