|
Judul: Tindakan awal pembebasan
Sebelum Allah memulihkan situasi dan kondisi bangsa, Ia ingin
membawa hati bangsa ini berpaling kepada Dia terlebih dahulu.
Pertobatan harus dimulai dari diri sendiri, baru ajakan dan
pengaruhnya bisa meluas ke keluarga dan masyarakat. Setelah
bertobat barulah kuat kuasa Tuhan dirasakan dan dialami.
Ternyata ayah Gideonlah pemilik mezbah sesembahan Baal. Maka tugas
Gideonlah untuk menjadi alat pembersihan Allah (ayat 25-26),
dimulai dari keluarga ayahnya (ayat 31) sampai kepada masyarakat
(ayat 32). Ada dua cara untuk membebaskan umat dari keterikatan
pada berhala. Pertama, membuktikan ketidakberdayaan berhala.
Gideon merobohkan mezbah Baal dan tiang berhalanya, dan ternyata
Baal tidak mampu membela dirinya sendiri. Dengan sendirinya
terbukti Baal tidak bisa diandalkan untuk menolong Israel.
Kedua, dengan memberi kesaksikan tentang kemahakuasaan Allah
yang mengatasi segala ilah palsu dan berhala. Mezbah Allah
didirikan di reruntuhan mezbah dan tiang berhala Baal.
Tiang-tiang berhala pun itu dipakai sebagai kayu bakar. Ini
menjadi pernyataan dan lambang keperkasaan Allah di atas Baal.
Dari pertobatan, kuasa Allah mulai dinyatakan dan dirasakan. Oleh
Roh Tuhan yang menguasai dirinya, Gideon dimampukan untuk
menghimpun suku-suku Israel untuk berperang melawan musuh (ayat
34-35). Sebagai pemimpin umat, Gideon mendapatkan tanda Ilahi
yang meneguhkan panggilan Allah atas dirinya (ayat 36-40). Nanti
umat yang bertobat pun akan mengalami dan menyaksikan
keperkasaan Allah mengalahkan musuh mereka.
Awal pembebasan Tuhan dimulai dengan membebaskan diri Anda dari
perbudakan berhala-berhala modern, seperti uang, karir,
teknologi, penampilan, dan kuasa. Bertobatlah dan mintalah
kepada Tuhan agar Ia bertakhta di dalam hati Anda. Alami kuasa
Tuhan yang jauh melampaui semua hal yang selama ini Anda
bangga-banggakan. Allah akan memakai Anda menjadi agen
pembebasan-Nya bagi bangsa kita.
|