Bacaan : Hakim-hakim 13:1-14
Sungguh merupakan hari yang luar biasa saat sepasang suami-istri
mendapati diri mereka akan segera menjadi orangtua! Lebih
membahagiakan lagi jika hal itu dialami oleh pasangan yang lama
belum dikaruniai anak. Hal yang sama juga dialami oleh Manoah dan
istrinya, calon orangtua Simson.
"Malaikat Tuhan" menampakkan diri kepada istri Manoah dan mengatakan
bahwa ia akan segera melahirkan seorang anak laki-laki, yang akan
memulai "penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin"
(Hakim-hakim 13:5). Malaikat itu juga memberitahukan kepadanya cara
memelihara diri yang baik karena anaknya akan menjadi seorang "nazir
Allah" (ayat 4,5).
Ketika ia menyampaikan berita itu kepada suaminya, sang suami
memohon kepada Tuhan supaya mengirimkan kembali Malaikat-Nya untuk
memberi petunjuk lebih lanjut. Manoah bertanya: "Bagaimanakah nanti
hidup anak itu dan tingkah lakunya?" (ayat 12). Namun jawaban
Malaikat lebih mengacu pada ketaatan sang ibu (ayat 13,14).
Sebagai orangtua, pertanyaan yang semestinya kita ajukan bukanlah
"Bagaimana kami dapat mendidik seorang anak agar menjadi saleh dan
sukses?" tetapi "Bagaimana kami dapat menjadi orangtua yang lebih
saleh?" Pertanyaan pertama lebih mengacu pada hasil akhir dari
sesuatu yang tidak dapat kita kontrol; sedangkan pertanyaan kedua
berhubungan dengan proses yang memang dapat kita kontrol. Seharusnya
kita berdoa demikian: "Ya Tuhan, jadikanlah kami orangtua yang
sesuai dengan kehendak-Mu" –David Roper
TELINGA ANAK MUNGKIN TERTUTUP UNTUK MENDENGAR NASIHAT
TETAPI MATANYA TERBUKA UNTUK MELIHAT TELADAN ORANGTUA
|