Bacaan : 2Korintus 1:3-11
Ketika mendengar bahwa bayi sahabatnya meninggal, Andra tidak tahu
apa yang harus dilakukannya. Haruskah ia menelepon saat itu juga
atau menunggu beberapa hari? Apa yang akan dikatakannya? Kemudian ia
minta nasihat ibunya, Mary Farr, seorang pendeta rumah sakit anak-
anak. "Teleponlah ia sekarang," kata ibunya. "Katakan engkau
mengasihinya dan akan meneleponnya kembali nanti." Andra mengikuti
nasihat itu, dan ternyata hal itu sangat berarti bagi sahabatnya.
Bagaimana seharusnya kita menghibur orang-orang terkasih yang sedang
kesusahan? Ayat 2 Korintus 1:4 mengajar bahwa Allah "menghibur kami
dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur
mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan
penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah." Dari ajaran Allah
tentang penghiburan, kita belajar untuk lebih memahami kebutuhan
orang-orang yang menderita.
Mary Farr menulis, "Kita hidup di dunia yang rapuh, tidak sempurna,
diwarnai kehancuran yang tidak dapat kita mengerti. Beberapa hal
tampaknya sangat tidak adil. Hal ini sangat berat." Ia menguatkan
orang supaya bertahan dalam menghadapi pencobaan dengan berbicara
kepada mereka. Selain itu, tidak salah bila kita berkata,
"Entahlah," dan tidak berusaha memberi jawaban mudah atas pencobaan
yang sedang melanda. Dan jika tidak ada lagi bahan pembicaraan, kita
cukup menemaninya saja.
Ketika seorang teman membutuhkan penghiburan, mintalah agar "Bapa
yang penuh belas kasihan" (ayat 3) memberitahukan apa yang harus
Anda katakan dan lakukan –David McCasland
ALLAH MEMBERI PENGHIBURAN KEPADA KITA
SUPAYA KITA MENJADI PENGHIBUR ORANG LAIN
|