Bacaan : 1Petrus 1:3-9
Pada Oktober 1991, fire storm [nyala api yang sangat besar dari
ledakan bom atom] menghancurkan 2.500 rumah di sekitar Oakland,
California. Ketika orang-orang kembali ke rumah mereka yang telah
hancur dan memeriksa reruntuhan, mereka mendapati bahwa semua harta
milik mereka telah menjadi abu. Namun, seorang pria dan anak
perempuannya menemukan sebuah patung kelinci kecil dari porselen.
Mereka sangat heran karena benda yang mudah pecah itu justru masih
utuh. Para korban lain dari bencana alam ini juga menemukan tembikar
dan barang-barang porselen lain yang selamat dari amukan fire storm.
Pada hari Minggu setelah bencana itu, pendeta setempat membawa
sebuah vas yang masih utuh ke mimbarnya. Itu adalah satu-satunya
benda yang ia temukan dari reruntuhan rumahnya. Ia bertanya pada
jemaatnya, "Anda tahu mengapa benda ini masih utuh sedangkan rumahku
justru hancur?" Ia menjawab pertanyaannya sendiri dengan berkata,
"Karena benda ini pernah melewati api sebelumnya."
Dapatkah cobaan-cobaan hidup yang sangat berat dipandang sebagai
suatu berkat? Rasul Petrus menunjukkan kepada kita bahwa hal ini
sangat mungkin. Ia bahkan menjelaskan bahwa berbagai pencobaan dapat
menghasilkan "puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari
Yesus Kristus menyatakan diri-Nya" (1 Petrus 1:6,7).
Cobaan-cobaan yang sangat berat dapat begitu menyiksa, tetapi
apabila kita memikul cobaan itu dengan karunia Allah, iman kita akan
muncul dari tungku yang berkobar-kobar, lebih murni dan lebih kuat
daripada sebelumnya –Vernon Grounds
API MEMURNIKAN EMAS
KESENGSARAAN MEMURNIKAN MANUSIA.
|