Bacaan : Lukas 15:1-10
Pada November 2001, banyak orang di seluruh dunia bersukacita ketika
delapan orang tawanan dibebaskan setelah tiga bulan mengalami
ketegangan karena ditawan di Afghanistan. Mereka telah dituntut
karena menyebarkan ajaran kristiani. Pada saat itu hukuman untuk
kesalahan itu adalah hukuman mati.
Setelah bebas, mereka menuju jalanan dan disambut oleh pelukan dan
tepukan tangan. Ketika tiba di Pakistan, mereka pun disambut dengan
hangat dan meriah. Kemudian ketika kembali ke Texas, diadakan
perayaan yang sangat meriah di gereja asal dua tawanan di antara
mereka, yakni Dayna Curry dan Heather Mercer. Anggota-anggota gereja
yang ikut berdoa semalam suntuk, bergabung bersama staf gereja untuk
bersukacita. Pendeta mengangkat tangan dan berseru, "Terima kasih
Tuhan!"
Ketika saya membaca berita mengenai pembebasan tawanan-tawanan itu,
saya teringat pada kebebasan lebih besar yang dapat kita alami,
yaitu kebebasan dari dosa. Ketika kita menerima Kristus sebagai
Juruselamat, kita dibebaskan dari hukuman dan ikatan dosa (Roma
6:6,23). Malaikat-malaikat Allah akan bersukacita (Roma 6:6,23) dan
penghuni surga akan bergembira (ayat 7).
Berkat penebusan tidak dapat diukur. Jadi, ketika orang-orang
kristiani mendengar bahwa seseorang dibebaskan dari dosa, kita akan
bersukacita! –Dave Egner
PUJIAN ADALAH BAHASA DARI PARA PENDOSA YANG TELAH DIBEBASKAN
|