Bacaan : 1Petrus 3:13-17
Saya prihatin melihat kerohanian tetangga saya yang kesehatan
fisiknya sudah begitu parah. Itu sebabnya suatu hari saya bertanya
kepadanya, "Sudahkah Anda siap bertemu dengan Allah? Jika sesuatu
terjadi pada Anda, sudahkah Anda siap?"
Saya senang waktu ia menjawab, "Ya, saya telah memperhatikan hal
itu." Kemudian ia mengatakan bahwa ia telah mempercayai Yesus
sebagai Juruselamat sejak masih remaja. Namun, saat kami melanjutkan
pembicaraan, saya mendapati bahwa ia masih banyak bertanya-tanya
tentang Alkitab dan bagaimana segala sesuatunya saling berkaitan. Ia
bertanya tentang Allah, Setan, dosa, dan segala kejahatan di dunia
ini. Saya menjawab pertanyaannya sebaik mungkin. Saya tidak mengira
bahwa percakapan kami akan menjadi seperti itu.
Syukurlah, tetangga saya itu adalah orang percaya yang terbuka
terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Allah. Namun, ada orang-
orang lain yang akan bersikap menentang dan ingin menghina atau
membuat kita jengkel. Petrus mengatakan bahwa ketika orang-orang
seperti itu bertanya mengenai iman kita, kita harus "selalu siap."
Kita diharapkan selalu siap untuk menjelaskan tentang iman dan
pengharapan kita kepada Kristus (1 Petrus 3:15). Namun, agar dapat
menjelaskannya dengan benar, kita harus menjawab dengan lemah lembut
dan sopan, tidak dengan keras atau tidak hormat.
Kita mungkin tidak selalu dibuat jengkel atau ditanyai tentang iman
kita, tetapi kita harus selalu siap! –Dave Branon
MEREKA YANG BERTANYA TENTANG KRISTUS
MEMBUTUHKAN SESEORANG YANG MEMILIKI JAWABANNYA
|