Bacaan : 2Timotius 2:22-26
Saya sedang memperhatikan dua perempuan bersaudara yang
mempersiapkan makan malam pada hari Pengucapan Syukur. Mereka telah
membuat adonan isi yang istimewa, menyendokkannya ke dalam kalkun,
lalu bersiap memanggangnya dalam oven. Setelah itu mereka mengambil
kertas aluminium pembungkus untuk menahan adonan supaya jangan
sampai keluar.
Betty mulai membungkus kalkun dengan kertas aluminium, tetapi
kemudian Paula berseru, "Itu salah! Seharusnya bagian yang mengkilap
ada di luar."
"Aneh," jawab Betty. "Setiap orang tahu kalau bagian yang mengkilap
dihadapkan ke dalam." Perbantahan sengit itu berlanjut, dan saya
tidak tahu cara siapa yang akhirnya dipakai. Namun kemudian saya
tahu bahwa keduanya sama-sama benar. Entah bagian yang mengkilap
diletakkan luar atau di dalam, tidak ada bedanya.
Saya kira banyak juga perdebatan di antara orang-orang kristiani
yang tidak penting, seperti warna karpet apa yang seharusnya kita
beli untuk gereja, atau apakah Allah dapat menciptakan batu yang
begitu besar sehingga tidak dapat Dia angkat. Paulus berkata kepada
Timotius, "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan
tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan
pertengkaran" (2 Timotius 2:23). Doktrin-doktrin yang fundamental
memang perlu dijaga, tetapi perdebatan tentang hal-hal sepele tidak
akan menguntungkan, memecah-belah, serta menjauhkan kita dari
tujuan-tujuan Allah.
Ingatlah untuk bersikap "ramah terhadap semua orang" dan
mempraktikkan kerendahan hati (ayat 24,25). Jangan lagi berdebat
tentang hal-hal yang konyol! –Dave Egner
SAAT KITA MELUPAKAN PRIORITAS KITA,
KITA AKAN MEMPERDEBATKAN HAL-HAL SEPELE
|