Bacaan : Efesus 5:1-17
Dua orang sahabat sedang membicarakan film yang baru saja ditonton
oleh salah seorang dari mereka. Ketika mulai bercerita, ia berkata:
"Kamu pasti tak perlu mengajak pendetamu menonton film ini. Ia tak
pantas menontonnya."
Bukankah itu suatu ukuran aneh yang terkadang kita pasang untuk diri
sendiri? Kita memperbolehkan diri kita menonton, mendengar, atau
ikut serta dalam hal yang kita tahu tidak pantas kita lakukan
sebagai pengikut Kristus. Jika suatu kegiatan tidak pantas diikuti
oleh orang-orang yang kita anggap saleh (seperti para pemimpin
gereja), bagaimana mungkin kegiatan itu baik bagi kita? Atau jika
sebagian dari kegiatan itu membahayakan kaum muda yang
berpartisipasi di dalamnya, lalu mengapa kita tetap ikut serta?
Ketika Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus, ia tidak
membatasi bahwa standar moral Allah hanya berlaku bagi orang-orang
atau kelompok umur tertentu. Ia tidak menciptakan sistem bertingkat
yang membuat orang pada tingkatan rohani tertentu bebas melakukan
perbuatan jahat. Sebaliknya, Dia menunjuk Tuhan Yesus sebagai
standar kita.
Jika kita bersedia hidup sesuai dengan panggilan Allah, kita akan
berusaha keras mencari hal yang "berkenan kepada Tuhan" (Efesus
5:10). Kita tidak akan "turut mengambil bagian dalam perbuatan-
perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, Tetapi sebaliknya
telanjangilah perbuatan-perbuatan itu" (ayat 11).
Yang menjadi pokok persoalan bukanlah apa yang akan dilakukan
pendeta atau orang lain. Pertanyaan yang penting di sini adalah:
Apakah hal itu dapat menyenangkan Tuhan? –Dave Branon
ANDA DAPAT MELAKUKAN APA PUN YANG ANDA SENANGI
ASALKAN SEMUA ITU MENYENANGKAN ALLAH
|