Bacaan : Amsal 30:1-6
Wahyu, bagi beberapa orang hanyalah berarti nama kitab terakhir di
Alkitab. Bagi para pengkhotbah yang suka menonjolkan diri sendiri,
wahyu adalah karunia yang diberikan Allah kepada mereka secara
pribadi. Namun dalam banyak kasus, apa yang mereka anggap sebagai
wahyu yang diberikan Allah kepada mereka ternyata bertentangan
dengan ajaran-ajaran-Nya dalam Alkitab.
Pernahkah Anda mendapati seseorang yang mengaku mendapat "wahyu"
atau "firman" khusus dari Allah? Jika ya, berhati-hatilah. Jika apa
yang ia nyatakan ternyata tidak dapat dibuktikan oleh pengajaran
Alkitab yang benar, maka kemungkinan terbaiknya itu hanyalah
pendapat pribadi. Namun kemungkinan terburuknya, orang itu telah
mengajarkan ajaran yang menyimpang, dan tentunya itu bukan pewahyuan
yang bersumber dari Allah.
Kitab Suci memperingatkan kita untuk tidak menambah maupun
mengurangi apa yang telah diwahyukan Allah kepada kita melalui
firman-Nya. Ulangan 4:2 mengingatkan kita, "Janganlah kamu menambahi
apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya."
Peringatan yang sama terdapat dalam Ulangan 12:32, Amsal 30:5,6, dan
Wahyu 22:18. Seseorang yang melakukannya menempatkan diri dalam
bahaya karena berusaha menambah isi Kitab yang diilhami Allah.
Jika seseorang berusaha mengajarkan suatu doktrin yang bukan dari
Alkitab, waspadalah, meskipun orang itu berbudi pekerti halus dan
terkenal. Ujilah ajaran para guru yang Anda dengar itu dengan firman
Allah. Jika mereka mengaku mendapat wahyu dari Allah, pastikan bahwa
mereka tidak melanggar peringatan yang jelas dari Allah –Dave Branon
UJILAH SEMUA PENGAJARAN DENGAN KEBENARAN FIRMAN ALLAH
|