Bacaan : Zakharia 8:14-17
Kita harus memiliki sifat jujur jika ingin menjadi saksi Kristus
yang efektif. Bahkan dunia sekuler pun menyadari pentingnya
kejujuran.
Seorang pemuda yang memiliki bekal untuk masa depan yang cerah
melamar pekerjaan di sebuah bank. Dari sekian banyak pelamar,
direktur perusahaan tertarik pada kredibilitasnya. Sebelum
menerimanya, sang direktur mengundang pemuda tersebut untuk makan
siang bersama beberapa pimpinan bank itu.
Pada saat mereka antre di kantin, pemuda itu menaruh dua ulas
mentega di bakinya, dan menyembunyikannya di bawah tepi piring
supaya penjaga kasir tidak melihatnya. Sang direktur perusahaan yang
berdiri persis di belakangnya memperhatikan apa yang dilakukan
pemuda itu. Jika pemuda ini tidak jujur dengan dua ulas mentega,
pikirnya, bagaimana mungkin ia dapat dipercaya sebagai kasir bank?
Saat itu juga sang direktur memutuskan untuk tidak menerimanya.
Kebohongan dapat berbentuk macam-macam. Kebohongan dapat berupa
kata-kata atau perbuatan seperti menyembunyikan dua ulas mentega,
yang sama artinya dengan mencuri.
Seorang anak berumur 11 tahun yang setia membaca Our Daily Bread
[Renungan Harian] menulis demikian, "Aku tidak dapat berbohong,
karena berbohong membuat perutku terasa perih." Oh, seandainya kita
sepeka anak itu! Tuhan, jadikanlah kami orang-orang yang dapat
diandalkan kejujurannya dalam segala hal, baik dalam hal besar
maupun hal yang kecil –Dennis De Haan
ORANG YANG JUJUR
TIDAK MENYEMBUNYIKAN APA-APA
|