Bacaan : Amsal 6:12-19
Allah sangat membenci orang yang suka memfitnah. Mereka keji, jahat,
serta menyimpan kebencian di dalam hati serta kebohongan di mulut
mereka.
Sebagian orang menganggap fitnah sebagai seni. Dengan fitnah, mereka
tak perlu menggunakan golok untuk memenggal kepala sesamanya. Mereka
dapat melakukannya dengan cara halus. Mereka memfitnah dengan bahasa
isyarat, kerlingan mata, ataupun senyuman licik.
Jonathan Swift, seorang pengarang tahu benar buruknya fitnah,
menggambarkan pemfitnah sebagai orang yang dapat "menyampaikan
fitnah dengan kerutan di dahi, dan menjatuhkan reputasi seseorang
dengan kerlingan mata." Robert Louis Stevenson menulis, "Kebohongan
paling kejam sering kali dinyatakan dengan diam." Ketika seseorang
sedang diserang dalam perdebatan, para pendengar dapat ikut
menyerang melalui anggukan.
Kitab Amsal menceritakan orang-orang zaman kuno yang menggunakan
bahasa tubuh untuk menghancurkan sesamanya (6:12-15). Mereka
memfitnah dengan mengerlingkan mata, memberi isyarat, atau
mengangkat bahu agar merasa aman. Lagi pula, kejahatan dalam bentuk
gerakan isyarat atau kerlingan mata sangat sulit dibuktikan.
Tindakan mereka tidak kentara, tetapi sama mematikannya dengan
peluru yang menembus jantung.
Gerak isyarat apa yang Anda gunakan untuk berkata-kata tentang orang
lain? Mintalah kepada Tuhan yang penuh kasih dan benar untuk
membantu Anda menjaga segala perkataan dan tindakan Anda. Demi Dia,
demi Anda sendiri, dan demi sesama, mintalah kepada Allah sekarang
juga! –Haddon Robinson
LIDAH BERADA DI TEMPAT YANG BASAH
JADI MUDAH TERPELESET!
|