Bacaan : Ratapan 3:1-24
Setiap akhir tahun, saya meluangkan waktu untuk mengingat kembali
dua belas bulan yang telah lalu dan mengingat kembali kesetiaan
Allah kepada saya dan keluarga. Saya akan membuka lembaran-lembaran
kalender, agenda, atau buku doa harian saya untuk menyegarkan
ingatan saya kembali. Lalu, di atas selembar kertas yang diberi
judul "Kesetiaan Allah," saya menuliskan semua bukti kasih dan
pemeliharaan Allah yang terlintas dalam pikiran saya. Sungguh
menyenangkan bila kita dapat melihat kembali tahun-tahun yang telah
lalu dan melihat ke depan kepada awal yang baru.
Daftar saya berisi contoh-contoh kasih karunia dan pemeliharaan dari
Allah yang dilimpahkan kepada saya. Namun tidak hanya itu, daftar
itu juga mencatat kehadiran Allah pada masa-masa yang sulit dan
penuh kekecewaan. Di situ pasti terdapat pula kegagalan dan dosa-
dosa saya. Di situ saya dapat melihat bahwa Dia telah begitu "setia
dan adil" untuk mengampuni (1 Yohanes 1:9).
Nabi Yeremia mengalami pemeliharaan Allah yang datang bagaikan
seberkas sinar yang menerangi gelapnya keadaan yang penuh
keputusasaan. Dalam ratapannya atas runtuhnya Yerusalem, Yeremia
menulis, "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya
rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu" (Ratapan
3:22,23)
Hari ini, alangkah baiknya jika kita meluangkan waktu untuk
mengingat kembali kesetiaan Allah dan berterima kasih kepada-Nya
atas semuanya itu –David McCasland
MENGHITUNG BERKAT-BERKAT YANG DITERIMA
AKAN MELIPATGANDAKAN SUKACITA ANDA
|