Bacaan : 2Tawarikh 16:1-9
Astronot Jack Lousma menggambarkan bagaimana bumi tampak dari luar
angkasa. Ia menulis: "Dengan mata telanjang kami dapat melihat
jalan-jalan bebas hambatan, bandara, kota-kota ... , awan putih dan
salju di gunung-gunung. Kami dapat melihat petak-petak kecil sawah-
sawah petani dan gurun-gurun yang tampak cantik .... Ketika kami
melintasi Chicago, kami dapat melihat Teluk Hudson secara
keseluruhan ... , Washington D.C. dan Baltimore. Kami dapat melihat
dua pertiga jalan di Sungai Mississippi dan menuju Denver."
Apa yang menarik bagi saya tentang sudut pandang yang memungkinkan
kita melihat lebih jelas dari atas itu adalah jangkauannya yang
sangat luas tetapi detail. Ini mengingatkan saya pada perspektif
Allah mengenai alam semesta serta dunia setiap anak-anak-Nya.
Alkitab berkata "mata Tuhan menjelajah seluruh bumi" (2 Tawarikh
16:9). Bahkan yang lebih menakjubkan lagi Dia tahu segalanya tentang
kita, bahkan pikiran-pikiran kita yang tersembunyi! (Mazmur 139:1-
4).
Ada dua kesimpulan yang bisa ditarik dari ayat-ayat ini. Kita tidak
pernah lepas dari jangkauan kasih-Nya dan kita tidak pernah bisa
bersembunyi dari kekudusan-Nya. Kedua hal ini bisa menenangkan hati
kita, atau sebaliknya mengganggu ketenangan kita. Oleh karena kasih-
Nya kita tidak dapat pergi dari-Nya, ataupun melepaskan diri dari
kesalahan apa pun begitu saja. Dan tidak ada kasih yang lebih besar
daripada itu –Dennis De Haan
KARENA TUHAN MENGAWASI KITA, KITA TIDAK PERLU TAKUT
AKAN BAHAYA-BAHAYA DI SEKITAR KITA
|