Bacaan : 1Samuel 18:1-16
Iri hati dapat diartikan sebagai "kekesalan atas kesuksesan atau
kebahagiaan orang lain." Banyak peradaban menganggap enteng iri
hati. Perusahaan renovasi rumah di Washington, D.C. mengeluarkan
sebuah iklan yang menunjukkan sifat buruk ini. Iklan tersebut
menggunakan ungkapan "ruang tamu yang membuat orang lain tergila-
gila" dan "dapur yang membuat iri hati." Iklan itu selanjutnya
mengatakan bahwa dengan mempercantik rumah Anda, Anda akan membuat
para tetangga merasa iri.
Alkitab memandang iri hati secara berbeda, dengan mengatakan bahwa
iri hati "membusukkan tulang" (Amsal 14:30). Sikap iri hatilah yang
membuat para pemimpin agama ingin membunuh Yesus (Matius 27:20).
Dalam Galatia 5:19-26, iri hati termasuk dalam daftar "perbuatan
daging" yang dapat menghancurkan hidup kita.
Dalam 1 Samuel 18, kita membaca bahwa iri hati menyebabkan kejatuhan
Raja Saul. Ia telah memulai pemerintahannya dengan baik, tetapi
karena tidak taat kepada perintah Allah, ia pun ditolak sebagai raja
(15:23). Bukannya menerima keputusan Allah dengan rendah hati, ia
malah terbakar oleh rasa iri dan benci kepada Daud (18:8,9). Sejak
saat itu, Saul menjauhkan diri dari Allah, bahkan meminta petunjuk
dari pemanggil arwah (28:7). Pada akhirnya, ia bunuh diri setelah
mengalami kekalahan yang memalukan melawan orang Filistin (31:4,5).
Iri hati telah menghancurkannya.
Iri hati dapat menghancurkan hidup. Jangan pernah menganggapnya
enteng! –Herb Vander Lugt
KETIKA ANDA MENABUR IRI HATI
ANDA AKAN MENUAI MASALAH
|