Bacaan : Mazmur 119:1-16
Sebagai putra seorang guru, ayah seorang guru, dan sekaligus
mantan seorang guru, saya tidak pernah menyangkal bahwa belajar
merupakan pengalaman yang amat berguna. Saya selalu "keranjingan
akan kebenaran," dan selalu ingin mempelajari sesuatu yang baru
atau menggali informasi-informasi yang menarik.
Namun saya mengenal beberapa orang yang tidak beranggapan
seperti itu. Mereka tidak lagi suka membaca seperti yang seharusnya, dan mereka tidak mau memberi tantangan mental bagi diri
mereka sendiri. Mereka tampaknya tidak mempunyai hasrat untuk
belajar lebih banyak tentang kehidupan.
Jika kita mau bertumbuh secara rohani, kita harus memiliki
keinginan untuk belajar. Kita harus lapar akan pengetahuan yang
lebih luas tentang Allah dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehendak-Nya. Demikianlah sikap dari penulis Mazmur 119. Di
sepanjang pasal yang panjang itu, sang penulis membuat pernyataan-pernyataan seperti ini: "Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan
hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil" (ayat
7). "Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku" (ayat 12).
"Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik"
(ayat 66). "Berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar
perintah-perintah-Mu" (ayat 73).
Untuk mengenal Allah lebih dalam, kita perlu selalu meminta
"ajarkanlah kepadaku." Kita akan selalu menyembah Dia dalam
kekekalan kelak. Karena itu, bukankah seharusnya kita belajar
segala sesuatu tentang Dia sekarang? --JDB
Increase your knowledge of God\'s Word,
For in it you will find,
The wisdom that you need for life,
Which comes from God\'s own mind. --Sper
TUJUAN UTAMA BELAJAR ADALAH MENGENAL ALLAH
|