Bacaan : Mazmur 119:97-104
Kadang-kadang saya dibuat bingung dengan pandangan sempit
yang disampaikan oleh orang-orang pandai. Saya teringat ketika
suatu kali seorang psikolog Amerika yang terkenal, John B. Watson
(1878-1958), mencetuskan teori tentang hakikat manusia. Teori itu
sangat menghebohkan lingkungan akademis. Watson berpendapat bahwa
kita dapat mengatur perilaku dan membuat orang lain bertindak
seperti yang kita inginkan. Ia mencemooh ajaran Alkitab yang
mengatakan bahwa kita diciptakan segambar dengan Allah. Ia berpendapat bahwa kita sepenuhnya seperti binatang dan dapat dimainkan seperti boneka.
Meskipun pengaruh teori Watson yang radikal tidak bertahan
lama, sebuah resensi dari salah satu bukunya menyatakan, "Mungkin ini adalah buku paling bermakna yang pernah ditulis. Untuk
sesaat seseorang diperlihatkan pada pengharapan yang besar."
Sungguh merupakan suatu pendapat yang menggelikan. Bahkan
banyak cendikiawan non-Kristen sepakat bahwa buku paling berarti
yang pernah ditulis ialah Alkitab, sebuah buku yang membawa
pengaruh selama berabad-abad di seluruh penjuru dunia. Pemazmur
menguatkan tentang hal ini ketika ia mengatakan bahwa Firman
Allah membuatnya lebih bijak daripada musuh-musuhnya dan membuatnya lebih berakal budi daripada semua pengajarnya (Mazmur 119:98-99).
Buku yang berisi Firman Allah itu memberi kita pengharapan
yang nyata--pengharapan yang didukung oleh otoritas, kebenaran,
dan kuasa Allah --VCG
My Bible to me is a guidebook true
That points for my feet the way,
That gives me courage and hope and cheer
And guidance for every day. --Anon
BANYAK BUKU DAPAT MEMBERI INFORMASI
TETAPI HANYA ALKITAB YANG DAPAT MENGADAKAN TRANSFORMASI
|