Bacaan : Pengkhotbah 2:1-11
Ada dua kata dalam Pengkhotbah 2:2 yang menggambarkan cara
hidup orang yang mengejar kesenangan tanpa mengingat Allah. Kata
pertama, tertawa, berarti "kegembiraan yang dangkal," yang disebut "kegilaan."
Saya mengerti kebenaran tersebut pertama kali saat berusia
16 tahun. Waktu itu saya bekerja di pasar daging bersama beberapa
pria pemabuk kelas berat. Mereka merusak kesehatan mereka sendiri
dan menderita kesakitan secara sia-sia. Pada hari Senin mereka
masuk kerja dalam kondisi tubuh yang sakit, menderita, dan tak
dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Tetapi, bila Sabtu malam
tiba, mereka kembali melakukan kegilaan yang sama.
Beberapa tahun kemudian, saya baru mengerti kebenaran dari
kata yang kedua, yakni kegirangan. Kata itu berarti "kesenangan
karena banyak berpikir." Seorang pria tua yang tekun telah berhasil membangun bisnisnya dan menjadi sangat kaya. Namun ia tidak
bahagia dan merasa tidak dikasihi oleh para ahli warisnya. Karenanya ia takut mati. Hidup senang yang dinikmatinya karena
"banyak berpikir" telah membuat dirinya merasa hampa, sinis, dan
tertutup terhadap Injil.
Setelah berupaya mengejar segala macam kesenangan, Salomo
menyimpulkan bahwa semua itu adalah "kesia-siaan dan usaha menjaring angin" (ayat 11). Menikmati kehidupan bukanlah suatu dosa,
tetapi cara hidup yang hanya mengejar kesenangan hanya menghasilkan kehampaan.
Apakah Anda telah melupakan Allah dalam hidup Anda? Percayalah kepada Kristus sebagai Juruselamat Anda dan alamilah sukacita
hidup yang terbesar --HVL
Earthly pleasures vainly call me,
I would be like Jesus;
Nothing worldly shall enthrall me,
I would be like Jesus --Rowe
KESENANGAN DUNIAWI
MENYINGKIRKAN YESUS DARI KEHIDUPAN ANDA
|