Bacaan : Mazmur 92
Saya memiliki seorang sahabat di Inggris yang memasuki
pertengahan usia delapan puluhan. Meskipun ia terkungkung di
rumah dengan kondisinya yang lemah, namun setiap kali kami berbicara di telepon, rasanya ia selalu memiliki sikap yang penuh
syukur. Salah satu lagu pujian favoritnya adalah "Count Your
Blessings" (Hitung Berkatmu Satu-satu). Oleh karenanya, saya
tertarik ketika suatu hari ia berkata, "Saya sudah berhenti
menyebutkan berkat-berkat saya satu per satu." Namun kemudian ia
melanjutkan sambil tersenyum, "Berkat-berkat saya sangat banyak,
sebab itu saya harus menimbangnya ton demi ton!"
Bertahun-tahun yang lalu ketika saya berjuang melawan gangguan sulit tidur, saya memulai suatu kebiasaan baru. Sepanjang
hari saya mencoba memperhatikan setiap berkat, besar atau kecil,
yang saya terima. Setiap malam di tempat tidur, saya menyebutkan
berkat itu satu per satu dan mengucap syukur kepada Tuhan atas
semuanya itu. Hal ini tidak hanya mengubah sikap saya dari negatif ke positif, tetapi juga membuat saya dapat tidur dengan
tenang sebelum selesai menghitung berkat saya. Allah menggunakan
saat-saat yang penuh pergumulan itu untuk menolong saya mengembangkan sikap bersyukur.
Donald Grey Barnhouse berkata, "Sungguh aneh, Allah harus
meminta mereka yang telah diselamatkan-Nya dari dosa untuk menunjukkan rasa syukur kepada Dia!" Adakah Tuhan memakai ujian yang
berat agar Anda dapat lebih banyak memuji Dia? Jika demikian,
mulailah menghitung berkat-berkat Anda, dan ketahuilah, adalah
baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan (Mazmur 92:2) --JEY
Are you ever burdened with a load of care?
Does the cross seem heavy you are called to bear?
Count you may blessings--every doubt will fly,
And you will be singing as the days go by. --Oatman
PUJIAN KEPADA ALLAH DAPAT MUNCUL SECARA ALAMI
TATKALA ANDA MENGHITUNG BERKAT-BERKAT ANDA
|