Bacaan : Yohanes 15:5-17
Dalam bukunya yang berjudul The Best Is Yet To Be (Yang
Terbaik Belum Datang), Henry Durbanville bercerita tentang seorang gadis kecil di London yang mendapat penghargaan dalam suatu
pameran bunga. Yang diikutsertakannya adalah bunga yang ditanam
di sebuah teko retak, yang selama ini ditaruh di depan jendela
loteng rumahnya yang kumuh. Ketika ditanya bagaimana caranya ia
merawat bunga seindah itu di lingkungan yang tampaknya tak memungkinkan sehingga bunga itu dapat tumbuh indah, ia berkata
bahwa ia selalu memindah-mindahkan posisi bunga itu agar selalu
terkena sinar matahari.
Kemudian Durbanville mengingatkan para pembacanya pada
perkataan Yesus, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah
juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu"
(Yohanes 15:9). Dari sini kita dapat menarik pelajaran bahwa kita
harus terus menjaga diri agar tetap berada dalam kehangatan kasih
Kristus.
Kita tinggal dalam kasih Kristus tatkala kita menunjukkan
kasih kepada sesama. Yesus memperjelas hal ini dengan kata-kata-Nya, "Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di
dalam kasih-Ku .... Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling
mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang
lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk
sahabat-sahabatnya" (ayat 10,12-13).
Kita dapat merasakan kehangatan kasih Kristus bila kita
menaati perintah-Nya untuk mengasihi dan melayani sesama. Begitulah caranya kita dapat tinggal dalam kehangatan kasih-Nya! --RWD
FOR FUTHER STUDY
What are some ways Jesus showed love?
(Mt. 5:1-2; 8:14-17; 15:32-39; 19:13-15; 27:33-35)
How can we show Christ\'s love to others?
(Mt. 28:19-20; Gal. 5:13; 6:1-2; Col. 3:13)
KASIH KITA KEPADA ALLAH NYATA DALAM KASIH KITA KEPADA SESAMA
|