Bacaan : Matius 6:1-18
Setiap hari, ribuan orang melakukan perjalanan dari Hong
Kong ke Shenzhen, Cina, dan langsung menuju Lo Wu Commercial
City, sebuah mal raksasa yang menjual imitasi dari barang-barang
mewah. Dalam sebuah artikel di New York Times, Mark Landler
berkata, "Dengan lima lantai dan tanah seluas 46.450 m2 untuk
pertokoan, bisa jadi Lo Wu adalah pusat barang-barang imitasi
terbesar di dunia."
Dengan antusias orang berani membeli sebuah arloji Rolex
tiruan seharga 58 dollar. Mereka membeli sepatu Gucci imitasi,
busana merek Fendi, dompet merek Chanel dengan harga jauh di
bawah harga merek asli. Kadangkala terjadi pertengkaran tatkala
para pembeli berebut barang-barang tiruan merek terkenal itu.
Semua itu menggambarkan betapa manusia cenderung menghargai
penampilan luar daripada realitas yang sebenarnya! Kita rela
membayar sejumlah uang untuk mendapatkan barang yang bermerek dan
tampil mentereng, meski sebenarnya barang-barang itu tidak asli.
Kecenderungan ini juga tampak dalam hal-hal rohani. Dalam
Matius 6, Yesus menegur kemunafikan orang Farisi. Mereka melakukan perbuatan baik (ayat 2), berdoa (ayat 5), dan berpuasa (ayat
16) agar tampak berbakti kepada Allah. Mereka tampak bersungguh-sungguh, tetapi sebenarnya hati mereka jauh dari Dia.
Solusi atas masalah kemunafikan dapat ditemukan dalam doa
yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya (ayat 9-13). Dengan
memanjatkan doa ini dengan tulus, kita dapat membuang segala
kemunafikan dan bersungguh-sungguh di hadapan Allah --DCM
Oh, how we fear to drop our masks!
We know so well what lies within;
Yet Christ could use our lives to bless
If we would first be cleansed from sin --Fasick
SEMAKIN KERAS ANDA BERUSAHA MENJADI DIRI ANDA YANG SEBENARNYA
SEMAKIN SEDIKIT ANDA PERLU MENYEMBUNYIKAN DIRI ANDA YANG SEBENARNYA
|