Bacaan : Ibrani 11:8-12
Dalam Alkitab, kehidupan iman sering dilukiskan sebagai
suatu perjalanan (Kejadian 17:1, Mazmur 84:12; Mikha 6:8; Roma
8:1; Galatia 5:25). Kebanyakan dari kita menjalani hidup kekristenan dengan tertatih-tatih, bahkan kadangkala langkah kita
terasa tidak rohani dan tidak produktif. Bagi saya, tertatih-tatih berarti "melangkah perlahan namun gigih."
Sebagai contoh, dua pendahulu kita yang mengikuti jalan
Allah dengan perlahan namun gigih adalah Abraham dan Sara, yang
mengimani janji-janji Allah walau harus menunggu bertahun-tahun
sebelum janji-janji itu digenapi (Ibrani 11:8-12).
Contoh lain adalah William Carey. Sambil membuat dan berdagang sepatu, Carey menjadi seorang cendekiawan, ahli bahasa, dan
bapa penginjilan modern. Ia hidup dengan moto: "Mengharapkan
perkara besar dari Allah; memperjuangkan perkara besar bagi
Allah." Namun, di usia senja ia memberi sebuah pernyataan tegas:
"Seandainya setelah saya meninggal ada orang yang berpikir untuk
menuliskan sesuatu tentang diri saya, ada satu kriteria yang
pantas untuk menilai kehidupan saya dengan tepat. Cukuplah kiranya saya dihargai sebagai seorang yang berjalan dengan tertatih-tatih, karena itulah gambaran yang paling sesuai untuk saya.
Segala sesuatu yang lain pasti terlalu berlebihan." Ia pun menambahkan, "Saya dapat terus melangkah, walaupun tertatih-tatih ....
Karena itulah saya berhutang banyak kepada Allah."
Adakah Anda tengah memenuhi tanggung jawab dari Allah dengan
bertekun di dalam iman, ataukah Anda merasa ingin menyerah? Allah
ingin Anda menjadi orang yang bertekun untuk mencapai tujuan,
walaupun tertatih-tatih --JEY
Day by day perform your mission,
With Christ\'s help keep at your tasks;
Be encouraged by His presence --
Faithfulness is all He asks --Bosch
DUNIA MENGARUNIAI ANDA KESUKSESAN INSTAN
ALLAH MENGARUNIAI ANDA KESETIAAN JANGKA PANJANG
|