Bacaan : Wahyu 2:1-7
Pertobatan bukanlah tindakan untuk membersihkan kehidupan
sehingga kita dapat diampuni. C.S. Lewis berkata bahwa pertobatan
"bukan sesuatu yang Allah minta dari Anda sebelum Dia memanggil
Anda untuk kembali kepada Bapa ... melainkan lebih merupakan
penjabaran tentang seperti apakah \'kembali\' itu."
Di majalah Leadership, seorang pria bercerita tentang perjuangannya selama 10 tahun melawan pornografi. Selama itu, ia
sangat menderita karena harus menjalani kehidupan ganda. Suatu
hari, dalam kengeriannya ia sadar bahwa ia tak lagi dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang penuh warna-warni atau
embusan lembut angin laut. Pikirannya yang terobsesi oleh hawa
nafsu telah menumpulkan penghargaannya terhadap hal-hal yang
indah dalam hidup ini dan merenggut sukacita yang ia dapatkan
dari kedekatannya dengan sang istri dan dengan Yesus.
Dari luar ia tampak setia kepada istrinya dan juga kepada
Tuhan, tetapi sesungguhnya hatinya jauh dari mereka. Ia seperti
orang-orang percaya yang ditegur Yesus dalam Wahyu 2. Yesus
berkata kepada mereka, "Engkau telah meninggalkan kasihmu yang
semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!
Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan"
(ayat 4-5).
Pria itu tahu apa yang perlu ia lakukan. Ia mengakui dosanya
kepada Allah dan kepada istrinya, meski itu sangat menyakitkan
dan janggal, tetapi mendatangkan sukacita baginya karena ia
memperoleh pengampunan dan hubungan yang diperbarui.
Meski menyakitkan pertobatan, dapat memulihkan sukacita yang
sejati, karena kita hidup benar dengan Allah dan sesama --DJD
Repentance is to leave the sin
That I had loved before,
And show that I am grieved by it
By doing it no more. --Anon
PERTOBATAN ADALAH LUKA
YANG MEMBAWA KITA PADA PEMULIHAN
|