Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > LANGKAH YANG MENYAKITKAN
< Januari
2000
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Minggu, 23 Januari 2000

Bacaan Setahun : Keluaran 7-8, Matius 15:1-20
Nats : Ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan (Wahyu 2:5)

LANGKAH YANG MENYAKITKAN

Bacaan : Wahyu 2:1-7

Pertobatan bukanlah tindakan untuk membersihkan kehidupan sehingga kita dapat diampuni. C.S. Lewis berkata bahwa pertobatan "bukan sesuatu yang Allah minta dari Anda sebelum Dia memanggil Anda untuk kembali kepada Bapa ... melainkan lebih merupakan penjabaran tentang seperti apakah \'kembali\' itu."

Di majalah Leadership, seorang pria bercerita tentang perjuangannya selama 10 tahun melawan pornografi. Selama itu, ia sangat menderita karena harus menjalani kehidupan ganda. Suatu hari, dalam kengeriannya ia sadar bahwa ia tak lagi dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang penuh warna-warni atau embusan lembut angin laut. Pikirannya yang terobsesi oleh hawa nafsu telah menumpulkan penghargaannya terhadap hal-hal yang indah dalam hidup ini dan merenggut sukacita yang ia dapatkan dari kedekatannya dengan sang istri dan dengan Yesus.

Dari luar ia tampak setia kepada istrinya dan juga kepada Tuhan, tetapi sesungguhnya hatinya jauh dari mereka. Ia seperti orang-orang percaya yang ditegur Yesus dalam Wahyu 2. Yesus berkata kepada mereka, "Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan" (ayat 4-5).

Pria itu tahu apa yang perlu ia lakukan. Ia mengakui dosanya kepada Allah dan kepada istrinya, meski itu sangat menyakitkan dan janggal, tetapi mendatangkan sukacita baginya karena ia memperoleh pengampunan dan hubungan yang diperbarui.

Meski menyakitkan pertobatan, dapat memulihkan sukacita yang sejati, karena kita hidup benar dengan Allah dan sesama --DJD


Repentance is to leave the sin
That I had loved before,
And show that I am grieved by it
By doing it no more. --Anon

PERTOBATAN ADALAH LUKA
YANG MEMBAWA KITA PADA PEMULIHAN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini