Bacaan : Yesaya 30:12-19
Terkadang kita menunda-nunda untuk memohon pengampunan
kepada Allah. Kita menanggung rasa bersalah berhari-hari, berminggu-minggu, atau lebih baru dosa itu dibereskan di hadapan
Allah. Mengapa kita harus menunggu begitu lama?
Sebagian dari kita mungkin merasa bahwa datang segera kepada
Allah membuat pengampunan itu berkesan murahan. Sebagian yang
lain mungkin menganggap bahwa kita terlalu congkak bila berharap
Allah pasti mau mengampuni kita.
Dalam Yesaya 30:18-19, Tuhan berfirman kepada umat Israel
yang keras kepala dan tidak mau bertobat bahwa Dia menunggu untuk
menunjukkan kasih kepada mereka. Dia berjanji, saat mendengar
seruan mereka, Dia akan bermurah hati dan menjawab.
Kerinduan Allah untuk mengampuni dosa kita nyata lewat salib
Kristus. Kematian-Nya sudah cukup untuk menebus dosa, sehingga
Dia dapat menawarkan pengampunan kepada siapa pun (1Yohanes
2:2). Karena itu, kita dapat "dengan penuh keberanian menghampiri
takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan
kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya"
(Ibrani 4:16). Frasa dengan penuh keberanian berarti "dengan
yakin, bukan congkak; dengan bebas, bukan merasa rendah." Frasa
pada waktunya berarti "tidak ditunda-tunda."
Adakah Anda membutuhkan pengampunan? Allah menanti Anda
untuk menerima pengampunan itu. Jika Anda menyesal dan dengan
penuh keberanian segera menghampiri-Nya, Dia tak akan membiarkan
Anda menunggu lama. Begitu mendengar suara Anda, Dia akan melimpahkan pengampunan-Nya kepada Anda --JEY
If you\'ve rebelled and turned away
From what you know is true,
Turn back to God -- He will forgive;
His pardon waits for you --Sper
PENGAMPUNAN ITU CUMA-CUMA, TETAPI KITA HARUS MENERIMANYA
|