Bacaan : Mazmur 102:25-28
Tujuh Keajaiban dari dunia kuno memang benar-benar luar
biasa! Karya-karya cipta yang mengesankan dari para manusia
jenius ini antara lain: Makam Mausolo yang dibangun pada tahun
350 SM; Kuil Artemis di Efesus; Taman Gantung di Babilonia;
mercusuar Raja Ptolomeus di dekat Aleksandria; patung Apollo
setinggi 30 meter, yang disebut Colossus dari Rhodes; patung Zeus
setinggi 12 meter di kota Olympia; dan piramida-piramida raksasa
yang menjulang tinggi di Mesir.
Enam dari adikarya tersebut kini telah musnah--mercusuar
Ptolomeus hancur karena gempa bumi, dan lima karya lainnya dihancurkan oleh para penjarah. Hanya piramida-piramida Mesir yang
masih bertahan hingga sekarang.
Kita boleh saja mengagumi Tujuh Keajaiban Dunia ini, tetapi
kita tidak boleh lupa bahwa segala sesuatu dalam dunia ini hanya
bersifat sementara. Suatu saat tatkala saya mengamati kaki langit
kota New York dari buritan sebuah kapal feri, saya mengingat
sebaris syair sebuah lagu pujian: "Semuanya akan binasa, batu
demi batu; tetapi kerajaan-Mu dan takhta-Mu tidak akan binasa."
Penulis kitab Ibrani berkata, "Karena kita menerima kerajaan
yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan
hormat dan takut" (Ibrani 12:28). Kata-kata ini dan juga kata-kata dalam Mazmur 102 akan menolong kita untuk memiliki cara
pandang yang benar terhadap hal-hal yang sementara dan yang kekal
--VCG
Swift to its close ebbs out life\'s little day,
Earth\'s joys grow dim, its glories pass away;
Change and decay in all around I see --
O Thou who changest not, abide with me! --Lyte
PEGANGLAH ERAT-ERAT APA YANG KEKAL
LEPASKAN APA YANG SEMENTARA
|