Bacaan : Kisah Para Rasul 2:41-47
Tita Nava, seorang wanita tua berumur delapan puluh tahun,
memberikan kesaksiannya di sebuah gereja di Manila. Mantan profesor dan pengelola perguruan tinggi itu berusaha mencari Allah di
masa-masa akhir hidupnya. Ia ingin berhubungan dengan "sesuatu
yang hidup, bukan dengan patung." Maka seorang temannya menyarankan agar ia bergabung dengan sebuah kelompok bernama "Golden
Girls," yang memiliki hubungan dengan sebuah gereja injili.
Tita mulai hadir dalam kelompok itu secara teratur, membuka
hatinya untuk Yesus, dan lahir baru. Ia melihat bahwa Yesus telah
mengubahkan perkataannya yang tajam, jiwanya yang suka mengkritik, dan kesombongannya karena kepandaian yang ia miliki. Sebagai
gantinya Yesus memberi sukacita kepadanya.
Ia menceritakan kepada teman-temannya apa yang terjadi
ketika ia mulai hidup dengan iman: "Bekas teman-teman saya mulai
memperlakukan saya seolah-olah saya mengidap penyakit menular
yang mematikan." Kemudian, dengan mata berbinar ia berkata, "Saya
ingin menulari mereka."
Pada zaman jemaat mula-mula, Injil yang memberi kehidupan
tersebar dengan cepat di Yerusalem (Kisah Para Rasul 2:41). Namun
para pemimpin agama menganggap gerakan baru ini sebagai penyakit
yang mematikan dan mereka berusaha menghentikan perkembangannya
(4:16-18).
Jika Anda telah beriman kepada Kristus, perlihatkan kebenaran-Nya kepada teman-teman Anda. "Tulari" mereka dengan berita
Injil yang memberi kehidupan --DCE
Is your life a channel of blessing?
Is the love of God flowing through you?
Are you telling the lost of the Savior?
Are you ready His service to do? --Smyth
INJIL ITU MENULAR
TULARKANLAH!
|