Bacaan : Mazmur 84
Buku-buku panduan wisata menyajikan banyak informasi tentang
suatu tempat wisata dan tips untuk bersenang-senang selama ada di
sana. Namun sebuah buku baru berjudul The Art Of Pilgrimage (Seni
Ziarah) menampilkan cara pandang baru yang memberi makna lebih
mendalam tentang sebuah ziarah atau perjalanan panjang. "Suatu
perjalanan tanpa tantangan tidaklah berarti," tulis si pengarang.
"Seseorang tanpa tujuan berarti tidak mempunyai jiwa." Di sini,
suatu perjalanan dipandang sama penting dengan tujuan perjalanan
itu.
Begitukah cara kita memandang kehidupan setiap hari? Ataukah
kita begitu terobsesi untuk menghindari pergumulan hidup sehari-hari sehingga perjalanan hidup kita hanya sekadar proses bertahan
hidup?
Mazmur 84 mengisahkan tentang seseorang yang kekuatannya ada
di dalam Allah dan "yang berhasrat mengadakan ziarah" (ayat 6).
Orang Yahudi kuno mengalami hal ini tatkala mereka melakukan
perjalanan ke Yerusalem, untuk menghadap Allah. Pemazmur bercerita bagaimana mereka menemukan mata air di Lembah Baka dan bagaimana kekuatan mereka makin bertambah hingga dapat mencapai Sion
(ayat 8). Hal itu menggambarkan sukacita dalam perjalanan, bukan
sekadar sukacita ketika mencapai tujuan.
Alkitab, buku panduan perjalanan dari Allah, mendorong kita
untuk menikmati perjalanan hidup kita. Ketika kita sedang menghadapi jalan yang sukar, kita dapat memilih untuk menolak dan
mengeluh, atau sebaliknya dengan sepenuh hati meneruskan perjalanan. Ke mana kita berjalan saat ini sama pentingnya dengan ke
mana kita akan pergi esok --DCM
He gives me work that I may seek His rest,
He gives me strength to meet the hardest test;
And as I walk in providential grace,
I find that joy goes with me, at God\'s pace. --Gustafson
SUKACITA TIDAK HANYA MENUNGGU KITA DI SURGA
SUKACITA JUGA ADA DALAM PERJALANAN HIDUP KITA SAAT INI
|