Bacaan : Mazmur 99
Ketika Musa memelihara domba-domba mertuanya di padang
gurun, ia melihat suatu pemandangan yang aneh. Sekumpulan semak
tampak menyala, tetapi tidak dimakan oleh api. Ketika ia ingin
mengamati kejadian ini lebih dekat lagi, ia mendengar suara yang
berkata kepadanya, "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab
tempat di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus"
(Keluaran 3:5).
Yosua mengalami pengalaman serupa ketika ia memimpin bangsa
Israel menuju Tanah Perjanjian. Ketika ia mendekati "Panglima
Balatentara TUHAN," ia diperintahkan untuk menanggalkan kasutnya
sebab ia berdiri di tanah yang kudus (Yosua 5:13-15).
Pengalaman Musa dan Yosua mengajarkan kepada kita secara
jelas bahwa Allah yang kudus ingin agar kita memiliki rasa hormat
dan takut akan Dia. Sebenarnya, kita didorong untuk "dengan penuh
keberanian menghampiri takhta kasih karunia" (Ibrani 4:16). Dan,
kita dapat memasuki hadirat Allah dengan penuh keyakinan sebab
Kristus telah membuka jalan bagi kita melalui pengurbanan-Nya di
atas kayu salib. Namun tidaklah patut bagi kita untuk mendekati
Allah tanpa rasa takut. Bapa kita di surga bukanlah sekadar "yang
di atas." Dia adalah Allah, Pribadi yang "tinggi dan menjulang"
(Yesaya 6:1). Dialah satu-satunya Allah, sebab itu Dia layak
ditinggikan lewat penyembahan dan pujian kita.
Allah tidak sekadar ingin ditaati dan dihormati, tetapi Dia
memang layak menerimanya. Dia layak menerima penyembahan yang
dinaikkan dengan segenap hati --RWD
Worthy is God of our worship,
Worthy is He of our praise,
Magnify Him with thanksgiving,
Gladly our voices we raise. --Anon
PENYEMBAHAN YANG BENAR
MENYATAKAN BAHWA ALLAH LAYAK DISEMBAH
|