Bacaan : Amsal 27:6-17
Pada tahun 1948, empat orang sahabat berkumpul bersama di
Modesto, Kalifornia, untuk berdoa dan membuat rencana bersama.
Mereka ingin pelayanan pekabaran Injil mereka memuliakan Allah
dan tak bercela. Oleh karena itu, mereka sepakat untuk bersama-sama memegang prinsip-prinsip integritas, baik dalam menjalankan
organisasi mereka dan juga dalam kehidupan pribadi. Mereka menyebut kesepakatan itu "Manifesto Modesto." Mungkin Anda mengenal
keempat orang itu. Mereka adalah: Billy Graham, Grady Wilson,
George Beverly Shea, dan Cliff Barrows.
Hanya Allah yang mengetahui sepenuhnya dampak rohani dari
pelayanan Pewartaan Kabar Baik mereka yang mendunia. Orang-orang
ini mengaitkan keberhasilan pelayanan mereka dengan pentingnya
menjaga kesetiaan kepada Allah dan kepada "manifesto" (pernyataan
kesepakatan) yang telah mereka buat bertahun-tahun yang lalu.
Persahabatan dan komitmen mereka untuk saling menguatkan itulah
yang membawa pengaruh besar dalam kehidupan dan pelayanan mereka.
Sebagian besar karya Allah digenapi melalui orang-orang yang
hidup jujur satu sama lain, berkomitmen untuk saling melayani,
dan bersedia saling menerima nasihat yang bijaksana (Amsal
27:6,17). Bila rasa saling percaya sudah ada di antara kita, kita
akan dapat bekerja sama dengan lancar dan melihat Allah berkarya
di dalam dan melalui kita.
Ya, untuk menjadi orang yang setia dan anggota gereja yang
produktif, kita harus sadar bahwa kita saling membutuhkan --DCE
We share a common bond of love
That comes from God our Father,
And we\'re dependent on the strength
We draw from one another --Sper
KITA SALING MEMBUTUHKAN
DALAM MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH
|