|
Jadilah teladan, bukan korban atau tiran.
Nasihat Petrus dalam nas ini tidak asing bagi kita pada masa
kini. Ia memberikan sebuah nasihat kepada para istri dan suami.
Perintah ini terkesan sesuai dengan kondisi mereka, meski tetap
ada prinsip penting untuk zaman ini juga. Menurut hukum Romawi,
budak, anak-anak, dan istri harus tunduk kepada pria yang
menjadi kepala keluarga (sebagai majikan, ayah, suami). Para
budak harus tunduk sampai dibebaskan; anak-anak tunduk sampai
dewasa; para istri harus tunduk seumur hidup mereka. Lalu,
bagaimana pasangan Kristen menerapkan perintah Petrus ini?
Bagaimana seharusnya perbedaan sikap pasangan Kristen dengan
pasangan lainnya yang tidak mengenal Tuhan? Pertama, Petrus
menyatakan dengan jelas bahwa sikap "tunduk" istri di sini
bukanlah suatu sikap yang pasif ataupun suatu mentalitas seorang
"korban", melainkan suatu tindakan aktif karena menyatakan
kesalehan dan kemurnian hidup sesuai ajaran Tuhan (ayat 1-2).
Kedua, dorongan atau kekuatan untuk melaksanakannya bukan
berasal dari luar (termasuk hukum Romawi) melainkan dari kuasa
Roh Kudus yang telah mengubah hidup mereka dan "melahirkan"
pembaruan sikap terhadap pasangan (ayat 3-4).
Petrus menutup bagian ini dengan teladan dari Sara, istri Abraham
(Kej. 12:5) yang begitu setia dan tunduk kepada suaminya ketika
mereka keluar dari tanah kelahirannya menuju tanah yang
dijanjikan Tuhan. Sikap Sara ini terjadi karena ia "menaruh
pengharapannya kepada Allah" (ayat 5). Hanya dengan cara itulah
Sara mampu untuk berbuat baik, bukan karena desakan suami.
Demikian juga sebaliknya, Petrus tetap mengingatkan bagaimana
seharusnya suami Kristen bersikap terhadap istrinya, sebab hal
ini menentukan tanggapan Tuhan terhadap doa suami (ayat 7).
Dengan demikian, suami pun harus menjadi teladan bagi istrinya,
bukan memanfaatkan kekuasaannya untuk menekan, menjajah dan
menghancurkan istri. Jangan menjadi suami yang tiran.
Sudahkah kita menjadi teladan dalam hidup keluarga sebagai istri
yang tunduk ataupun sebagai suami yang mengasihi istri?
Renungkan:
Yesus mengasihi kita. Mari lakukan hal yang sama.
|