|
Hidup kudus demi Tuhan.
Ada orang-orang tertentu yang hidup kudus demi mengejar
keselamatan. Arti keselamatan baginya adalah kelepasan dari
belenggu kedagingan. Itulah sebabnya, ia berupaya menahan diri
dari berbagai hawa nafsu kedagingan (misalnya: seks bebas,
kerakusan, dll.), bahkan bisa secara ekstrim mengekang dirinya
dari hal-hal yang wajar (misalnya: pernikahan, makanan sehat,
dll.). Tujuan ia melakukan tindakan pengekangan diri itu adalah
untuk mendapatkan kelepasan dari belenggu kedagingan itu
sehingga ia akan memperoleh keselamatan. Bagaimana dengan kita?
Apakah tujuan orang Kristen hidup kudus? Apakah untuk mengejar
hal yang sama?
Orang Kristen hidup kudus bukan untuk mendapatkan keselamatan!
Keselamatan adalah anugerah Tuhan. Tuhan memberikan keselamatan
kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Maka, Petrus
menasihatkan umat Tuhan dalam suratnya ini agar mereka hidup
kudus dengan menyadari status mereka yang telah memperoleh
keselamatan sebagai umat dari Tuhan yang kudus (ayat 15-16).
Umat Tuhan hidup kudus karena mereka telah ditebus dari cara
hidup masa lampau yang sia-sia, yaitu hidup dalam penyembahan
berhala sebagaimana dulu nenek moyang mereka melakukannya (ayat
18). Mereka sadar harga tebusan itu melampaui nilai perak atau
emas, yaitu darah anak domba Allah, Yesus Kristus sendiri (ayat
19). Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari belenggu kedagingan dan
hidup penuh kesia-siaan yang hanya akan membawa mereka kepada
kebinasaan.
Jadi, tujuan orang Kristen hidup kudus karena ia tidak mau
menyia-nyiakan penebusan Kristus yang sudah dianugerahkan
kepadanya. Kita sudah dibebaskan dari belenggu perbudakan dosa,
mengapa sekarang kita mau menyerahkan diri lagi kepada
perhambaan dosa itu? Kalau kita masih hidup sembarangan dalam
dosa maka sama saja dengan kita menghina dan menyangkali karya
Kristus di kayu salib.
Camkanlah:
Hidup kudus bukan pilihan bagi orang Kristen. Hidup kudus adalah
cara hidup orang-orang Kristen yang telah mengalami anugerah
penebusan Kristus.
|