|
Menderita karena kebenaran.
Tidak ada seorang pun yang ingin hidup susah. Tetapi, seringkali
penderitaan memang tidak dapat dihindari. Ketika hal ini terjadi
maka nasihat Petrus dalam bagian ini patut diperhatikan.
Dalam nas ini, Petrus secara khusus mengingatkan jemaat untuk
memelihara hidup mereka di dalam kasih dan perdamaian dengan
semua orang sekalipun jemaat tidak diperlakukan dengan baik oleh
mereka (ayat 8-9), karena memang itulah yang dikehendaki Allah
bagi umat-Nya (ayat 10-12). Memang orang yang berbuat baik tidak
seharusnya menderita (ayat 13). Akan tetapi, Petrus mengingatkan
jemaat bahwa sekalipun mereka telah melakukan apa yang benar dan
baik sesuai dengan kehendak Allah, namun tetap harus mengalami
penderitaan, maka hal ini bukanlah hukuman dari Allah, melainkan
sebuah kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk memurnikan
iman mereka (band. 1:7-9). Lalu bagaimana jemaat harus bersikap
menghadapi penderitaan itu? Pertama, jemaat harus berbahagia dan
bukan takut atau gentar (ayat 14). Mengapa? Sebab jika jemaat
menderita karena kebenaran dan bukan karena telah berbuat
kejahatan, maka penderitaan ini merupakan suatu pengorbanan yang
diperkenan Allah. Bukankah tidak ada hal yang lebih indah selain
hidup dalam perkenan Allah? Kedua, jemaat harus tunduk kepada
otoritas Kristus sebagai Tuhan yang "memegang" hidupnya bahkan
menguasai kehidupan semua orang sehingga jemaat dapat
memercayakan diri ke dalam tangan-Nya. Ketiga, jemaat harus siap
memberi jawaban kepada semua orang tentang pengharapan iman
Kristen yakni pekerjaan yang sedang Allah genapi dalam hidup
umat-Nya melalui penderitaan.
Ada suatu janji Tuhan yang indah bagi umat-Nya yang sedang mengalami
penderitaan yaitu Dia yang telah berkenan mengizinkan kita
mengalami penderitaan tidak akan pernah berhenti menopang,
memberi kekuatan dan menghibur kita. Allah yang mengizinkan
anak-anak-Nya menderita, tidak hanya menonton, tetapi turut
menanggung penderitaan itu.
Renungkan:
Jika Tuhan menghendaki kita menderita karena berbuat sesuai
firman-Nya, bagaimana respons kita?
|